TPST 3R Baratan Ajak Warga Jember Kelola Sampah dari Rumah
- 13 Maret 2026
- Dibaca 250 Kali
Bagikan Via:
TPST 3R Baratan Ajak Warga Jember Kelola Sampah dari Rumah
JEMBER, 12 MARET 2026 - Koordinator Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R Baratan Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk mulai berperan aktif dalam menangani persoalan sampah dari hulu.
Langkah utama yang ditekankan adalah penerapan prinsip 3R, yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang) secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Penerapan prinsip 3R dinilai menjadi solusi paling efektif untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Sebelum sampah rumah tangga dikirim ke TPA, sampah tersebut terlebih dahulu melalui proses penyortiran di TPST 3R Baratan. Hanya residu sampah yang tidak dapat diolah lagi yang akan dikirim ke TPA. Tahap awal pengelolaan dilakukan dengan memilah sampah organik dan anorganik.
Koordinator TPST 3R Baratan, Nurul Hidayah, mengatakan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah menjadi langkah awal agar warga tidak selalu bergantung pada pengangkutan sampah.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah secara tercampur, melainkan mulai memilah antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik atau sampah basah, misalnya sisa makanan, buah atau sayur, serta daun kering. Sementara sampah anorganik, seperti plastik, botol, kardus, dan kemasan minuman,” ujarnya, Kamis 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari dapat mengurangi jumlah sampah rumah tangga secara signifikan. Misalnya, dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membawa wadah sendiri saat berbelanja.
Selain itu, melalui konsep reuse, masyarakat dapat memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Contohnya, galon sekali pakai yang diubah menjadi pot tanaman hias atau dimanfaatkan sebagai wadah kompos mandiri.
Sementara melalui recycle, sampah dapat diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat maupun pengepul.
Nurul berharap, pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memperpanjang usia pakai TPA.
“Dengan pengelolaan sampah yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan Jember yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (fag)