logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak, Momentum Hardiknas 2 Mei 2026 di Jember

  • 04 Mei 2026
  • Dibaca 183 Kali
Bagikan Via:
transformasi-pendidikan-berbasis-cinta-anak-momentum-hardiknas-2-mei-2026-di-jember-20260504

Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak, Momentum Hardiknas 2 Mei 2026 di Jember

Jember, 04 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, sekaligus mengusung semangat Hari Kartini, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menyelenggarakan kegiatan talkshow bertajuk Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha dan dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc, yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Acara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah pendidikan di Kabupaten Jember, khususnya dalam membangun sistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan serta potensi anak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat Dinas Pendidikan Jember, para kepala sekolah, guru, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mengubah masa depan masyarakat, terutama dalam upaya memberantas kemiskinan. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan melalui pendidikan.

“Semua orang memiliki kesempatan yang sama. Tidak ada batasan bagi siapa pun untuk maju, selama memiliki kemauan dan tekad. Saya sendiri adalah bukti bahwa latar belakang pendidikan bukanlah penghalang. Saya lulusan MTs dan MA, namun dengan usaha dan kerja keras, kita semua bisa mencapai apa yang kita impikan,” ujar Gus Fawait dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang hadir. Gus Fawait juga menekankan pentingnya peran pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen pendidikan di Jember untuk mengedepankan pendekatan berbasis cinta anak dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga membangun karakter, empati, dan rasa percaya diri anak.

“Pendidikan berbasis cinta anak adalah fondasi untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kepedulian sosial yang tinggi. Inilah yang harus kita dorong bersama,” tambahnya.

Kegiatan talkshow ini juga menghadirkan narasumber nasional, Itje Chodijah, M.A, yang dikenal sebagai praktisi dan pemerhati pendidikan anak. Dalam pemaparannya, Itje menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, dari yang sebelumnya berorientasi pada hasil semata menjadi proses yang menghargai setiap tahap perkembangan anak.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis cinta anak menempatkan anak sebagai subjek utama dalam pendidikan, bukan sekadar objek. Hal ini mencakup penghargaan terhadap keunikan setiap anak, pemberian ruang untuk berekspresi, serta penciptaan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.

“Ketika anak merasa dicintai dan dihargai, mereka akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang kuat. Dari situlah potensi mereka akan berkembang secara maksimal. Pendidikan harus menjadi ruang yang membahagiakan bagi anak,” ungkap Itje Chodijah.

Selain itu, Itje juga mengajak para pendidik untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi harus tetap diimbangi dengan pendekatan emosional yang kuat antara guru dan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Jember dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jember. Ia berharap melalui kegiatan ini, para pendidik dapat memperoleh inspirasi dan wawasan baru dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan anak.

“Melalui momentum Hardiknas pada Sabtu, 2 Mei 2026 ini, kami ingin mendorong lahirnya perubahan nyata dalam dunia pendidikan di Jember. Transformasi ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan seluruh pihak,” ujarnya.

Suasana acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Banyak peserta yang menyampaikan pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan pendekatan berbasis cinta anak di lingkungan sekolah masing-masing.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Jember. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap anak, transformasi pendidikan berbasis cinta anak diyakini mampu mencetak generasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Sebagai penutup, acara ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam membangun peradaban. Dengan memberikan perhatian dan cinta kepada anak-anak sebagai generasi penerus, Jember optimis dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di masa depan. (HZ)

Galeri Foto