logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Update Penanganan Banjir Jember 12–19 Februari 2026: 7.445 KK Terdampak, 1 Korban Meninggal Dunia

  • 20 Februari 2026
  • Dibaca 802 Kali
Bagikan Via:
update-penanganan-banjir-jember-12-19-februari-2026-7445-kk-terdampak-1-korban-meninggal-dunia-20260220

Update Penanganan Banjir Jember 12–19 Februari 2026: 7.445 KK Terdampak, 1 Korban Meninggal Dunia

Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD melaporkan perkembangan penanganan bencana banjir yang terjadi sejak Kamis, 12 Februari 2026 pukul 18.00 WIB hingga Kamis, 19 Februari 2026 pukul 23.00 WIB. Bencana ini berdampak pada 10 kecamatan, meliputi 19 desa dan 4 kelurahan, dengan total 7.445 kepala keluarga (KK) terdampak. Selain kerugian materiil, tercatat satu korban meninggal dunia atas nama Siti Nurfadila (55), warga Dusun Curah Suko, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, yang tersengat aliran listrik saat membersihkan rumah pascabanjir. Sebanyak 557 jiwa sempat mengungsi, terdiri dari kelompok rentan yakni 74 balita, 82 lansia, dan 4 penyandang disabilitas, dan saat ini seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Banjir dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi pada 12 Februari 2026 pukul 12.00–23.00 WIB, sebagaimana peringatan dini BMKG terkait kewaspadaan cuaca ekstrem periode 10–20 Februari 2026. Peningkatan debit air terjadi di sejumlah sungai, antara lain Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh (Panti), Kalijompo (Sukorambi), Rembangan (Arjasa), Bedadung (Kalisat dan Jelbuk), Karangbayat (Sumberbaru), serta Gondangdia (Tanggul). Pada pukul 18.00 WIB air mulai meluap ke permukiman, dan sekitar pukul 19.00 WIB ketinggian air mencapai ±30 cm hingga 2 meter. Dampaknya meliputi genangan permukiman, kerusakan rumah, jembatan ambruk, fasilitas umum terendam, serta kemacetan lalu lintas di sejumlah titik.

Dari sisi infrastruktur, tercatat 21 rumah rusak ringan (RR), 1 rumah rusak sedang (RS), 4 jembatan ambruk, 1 masjid ambruk, 1 pondok pesantren terendam, 1 balai desa terendam, 1 TK, 1 TPQ, dan 1 SD terdampak. Selain itu, 12 unit speedboat di Kecamatan Puger terbawa arus sungai dan baru 2 yang ditemukan. Di sektor pertanian Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, seluas 200 hektare lahan tergenang dengan estimasi 14 hektare mengalami puso pada komoditas padi usia 30–40 hari setelah tanam (HST). Beberapa wilayah terdampak terbesar antara lain Kecamatan Rambipuji (3.774 KK), Balung (1.581 KK), Wuluhan (1.464 KK), Bangsalsari (316 KK), dan Kaliwates (220 KK). Saat ini, sebagian besar wilayah telah surut total, meskipun masih dilakukan pemantauan di titik-titik rawan.

Selama masa tanggap darurat, BPBD bersama unsur terkait melakukan pemantauan dan evakuasi warga terdampak, pembersihan lumpur, distribusi bantuan logistik, serta pendirian posko dan dapur mandiri. Bantuan air bersih disalurkan melalui distribusi tangki dan tandon di wilayah Rambipuji, Wuluhan, dan Nogosari bekerja sama dengan PDAM dan PMI. Operasi SAR juga dilakukan hingga hari kelima untuk pencarian korban hanyut dampak banjir di wilayah Bangsalsari dan perairan selatan. Penanganan melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PDAM, Muspika, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat setempat.

Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan agar dilakukan normalisasi sungai dan penanganan infrastruktur terdampak oleh dinas teknis terkait guna meminimalkan risiko banjir berulang. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan pascabanjir untuk memastikan kondisi warga dan fasilitas umum kembali normal. Koordinasi lintas sektor tetap diintensifkan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Galeri Foto