"Wadul Guse" Jadi Penyelamat, Jalan Rusak Bertahun-tahun di Badean Kulon Akhirnya Diperbaiki
- 05 April 2026
- Dibaca 396 Kali
Bagikan Via:
"Wadul Guse" Jadi Penyelamat, Jalan Rusak Bertahun-tahun di Badean Kulon Akhirnya Diperbaiki
JEMBER, 05 APRIL 2026 – Keluhan panjang warga Dusun Badean Kulon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, mengenai kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan kini menemui titik terang. Melalui kanal pengaduan masyarakat "Wadul Guse", Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi memulai langkah taktis perbaikan akses jalan utama desa yang selama bertahun-tahun menjadi penghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga setempat.
Selama ini, warga Badean Kulon harus berjibaku dengan kondisi jalan yang dipenuhi lubang dalam dan genangan air saat musim hujan. Sebagai wilayah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang cukup besar, rusaknya akses jalan ini bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan hambatan serius bagi distribusi hasil bumi.
Kusairi, warga setempat mengungkapkan, warga berharap jalan secepatnya diperbaiki dikarenakan jalan tersebut adalah urat nadi untuk membawa hasil panen ke pasar. "Dan jalan akan menjadi licin ketika musim hujan sehingga membahayakan bagi pengendara," tuturnya.
Aspirasi ini kemudian disalurkan melalui program Wadul Guse, sebuah platform pengaduan daring yang diinisiasi Bupati Jember untuk memangkas jarak antara birokrasi dan rakyat. Laporan yang masuk segera diverifikasi oleh tim teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Jember, yang kemudian menetapkan Badean Kulon sebagai salah satu prioritas pembangunan di tahun anggaran ini.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E, M.Sc, menekankan bahwa program Wadul Guse bukan sekadar formalitas. Setiap laporan yang masuk dikategorikan berdasarkan tingkat urgensi. Badean Kulon masuk dalam kategori mendesak karena dampaknya yang luas terhadap sektor pendidikan dan ekonomi lokal.
Perbaikan jalan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat Desa Pakis. Secara geografis, Kecamatan Panti merupakan daerah penyangga pangan yang penting bagi Kabupaten Jember. Dengan akses jalan yang mulus, biaya logistik petani diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
"Kalau jalan bagus, tengkulak mau masuk ke dalam dusun, dan harga jual petani bisa lebih bersaing. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah yang nyata di tengah masyarakat pelosok," ungkap Zaini, Kepala Desa Pakis.
Selain aspek ekonomi, perbaikan ini juga menjamin keselamatan berkendara. Sebelumnya, angka kecelakaan kecil akibat lubang jalan di malam hari cukup sering dilaporkan. Dengan perbaikan ini, standar keamanan transportasi di wilayah Badean Kulon akan meningkat drastis.
Pemerintah Kabupaten Jember juga mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi proses pengerjaan ini. Transparansi menjadi kunci agar kualitas aspal dan pengerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Warga diminta untuk tidak segan melapor kembali melalui kanal yang sama jika ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan di lapangan.
Kepala Dinas PU Bina Marga menyatakan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur di tingkat desa merupakan instruksi langsung dari pimpinan daerah. Strategi "membangun dari pinggiran" ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Jember.
Kasus Badean Kulon di Desa Pakis ini menjadi bukti suksesnya integrasi teknologi informasi dalam pelayanan publik. Wadul Guse terbukti efektif menjadi jembatan bagi warga yang selama ini merasa suaranya tidak terdengar.