Warga Serbu Pasar Murah LPG 3 Kg di Wuluhan, 300 Tabung Ludes dalam Hitungan Jam
- 25 April 2026
- Dibaca 245 Kali
Bagikan Via:
Warga Serbu Pasar Murah LPG 3 Kg di Wuluhan, 300 Tabung Ludes dalam Hitungan Jam
JEMBER, 25 APRIL 2026 – Pasar murah LPG 3 kilogram di Pendopo Kecamatan Wuluhan, Jumat, 24 April 2026, diserbu warga sejak pagi. Sekitar 300 tabung yang disediakan dari tiga pangkalan resmi ludes dalam hitungan jam. Program ini menjadi solusi di tengah kelangkaan LPG subsidi di tingkat pengecer.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB. Sejak sebelum dibuka, warga sudah memadati lokasi untuk melakukan registrasi dan mendapatkan nomor antrean. Petugas kecamatan menerapkan sistem antrean ketat guna menghindari kerumunan. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu tabung agar distribusi merata.
Dalam operasi pasar tersebut, LPG dijual seharga Rp 18.000 per tabung. Harga itu lebih rendah dibandingkan harga di pasaran yang belakangan melonjak akibat distribusi yang tidak merata dan permainan harga di tingkat pengecer.
Camat Wuluhan, Hanifah, S.Pt., M.Si, menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan LPG bagi masyarakat.
“Ini upaya kami membantu warga agar tetap bisa mendapatkan LPG dengan harga terjangkau. Kami juga ingin menekan lonjakan harga di lapangan,” ujarnya.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, pembelian dibatasi dengan sejumlah persyaratan. Warga wajib berdomisili di Kecamatan Wuluhan, membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK), serta menunjukkan KTP asli saat transaksi.
Antusiasme warga terlihat tinggi, terutama dari kalangan ibu rumah tangga. Mereka rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan LPG subsidi yang dalam beberapa hari terakhir sulit ditemukan di warung maupun toko.
Salah seorang warga, Tika, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Menurut dia, LPG 3 kilogram kerap kosong di pasaran, kalaupun tersedia harganya jauh lebih mahal.
“Alhamdulillah sangat membantu. Biasanya susah cari, kalau ada pun mahal,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap tertib dan kondusif. Warga mengikuti arahan petugas tanpa terjadi kericuhan. Distribusi juga dipantau langsung oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember untuk memastikan pelaksanaan sesuai ketentuan.
Pemerintah kecamatan membuka peluang kegiatan serupa digelar kembali jika kondisi pasokan LPG di masyarakat masih belum stabil. Langkah ini dinilai efektif menjaga keterjangkauan harga sekaligus mencegah praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET). (riz)