logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Waspada DBD, Puskesmas Banjarsengon Jemput Bola Pantau Kondisi Pasien dan Edukasi Warga

  • 06 April 2026
  • Dibaca 179 Kali
Bagikan Via:
waspada-dbd-puskesmas-banjarsengon-jemput-bola-pantau-kondisi-pasien-dan-edukasi-warga-20260407

Waspada DBD, Puskesmas Banjarsengon Jemput Bola Pantau Kondisi Pasien dan Edukasi Warga

JEMBER, 06 APRIL 2026 - Puskesmas Banjarsengon di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan prima melalui aksi "jemput bola".

Pada Senin, 06 April 2026, tim medis melaksanakan kunjungan rumah (home care) bagi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jalan Branjangan, Kelurahan Slawu, guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal sekaligus memutus rantai penyebaran virus di lingkungan sekitar.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah RT 02 RW 10 Sumberlangon ini dipimpin oleh tenaga kesehatan Puskesmas Banjarsengon, Citra Dewi Yunita Selviana, A.Md.Kep, dan Mulyo Puji Utomo.

Selain memantau perkembangan klinis pasien secara langsung, petugas memberikan pendampingan intensif kepada keluarga mengenai tata cara perawatan pasien DBD di rumah serta pengenalan dini tanda-tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis darurat.

Kepala Puskesmas Banjarsengon, drg. Driana Desy Purwiningsih, M.Kes., menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan respons cepat institusinya terhadap temuan kasus di wilayah kerja.

"Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pengawasan yang tepat meski sudah berada di rumah. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan lingkungan sekitar tidak menjadi titik penyebaran baru," ujar Driana.

Dalam kesempatan tersebut, tim Puskesmas juga menggelar penyuluhan lapangan untuk memperkuat pemahaman warga mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Masyarakat diimbau untuk secara konsisten menerapkan gerakan 3M Plus, yang meliputi tindakan rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat seluruh wadah air yang ada, serta memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Mengingat kondisi cuaca yang memasuki masa pancaroba, potensi peningkatan kasus DBD menjadi perhatian serius. Petugas menekankan bahwa kebersihan lingkungan merupakan benteng utama dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Puskesmas Banjarsengon berharap melalui edukasi personal ini, kesadaran kolektif masyarakat akan meningkat. Warga diminta untuk tidak ragu melaporkan jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala serupa agar penanganan dini dan pencegahan wilayah (fogging atau abatisasi jika diperlukan) dapat segera dilakukan.

Upaya pemantauan dan edukasi berkelanjutan akan terus menjadi prioritas Puskesmas Banjarsengon demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas DBD. (sgk)

Galeri Foto