logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Wayang dan Pengajian Menutup Bersih Desa Paseban, Harmoni Budaya dan Religi Menguatkan Kebersamaan Warga

  • 01 Juli 2026
  • Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
wayang-dan-pengajian-menutup-bersih-desa-paseban-harmoni-budaya-dan-religi-menguatkan-kebersamaan-warga-20260701

Wayang dan Pengajian Menutup Bersih Desa Paseban, Harmoni Budaya dan Religi Menguatkan Kebersamaan Warga

JEMBER, 01 JULI 2026 - Malam di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, terasa berbeda. Suara gamelan yang mengiringi pagelaran wayang kulit berpadu dengan lantunan ayat suci dan tausiyah dari Neng Siska. Di tengah antusiasme warga yang memadati lokasi acara, penutupan rangkaian Bersih Desa dan Soroan menghadirkan sebuah pesan sederhana namun bermakna: budaya dan agama dapat berjalan berdampingan. Rabu, 1 Juli 2026.

Bagi masyarakat Paseban, Bersih Desa bukan sekadar tradisi tahunan. Momentum ini menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus ajang mempererat tali persaudaraan. Tahun ini, Pemerintah Desa Paseban memilih menghadirkan konsep berbeda dengan menggabungkan hiburan tradisional dan pengajian dalam satu rangkaian kegiatan.

Camat Kencong Ronny Arvianto menilai konsep tersebut menjadi contoh pelestarian tradisi yang mampu mengikuti kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.

"Penutupan Bersih Desa kali ini sangat baik karena mampu menghadirkan keseimbangan. Warga tidak hanya menikmati hiburan melalui pagelaran wayang, tetapi juga mendapatkan siraman rohani dari pengajian. Inilah yang menjadi kekuatan kegiatan masyarakat di desa," ujarnya.

Menurut Camat, gagasan tersebut merupakan bagian dari visi Kepala Desa Paseban yang ingin setiap perayaan desa tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberikan tuntunan bagi masyarakat. Keseimbangan antara hiburan dan pembinaan spiritual diharapkan mampu memperkuat karakter masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.

Di bawah langit malam Paseban, anak-anak tampak menikmati kisah pewayangan, sementara para orang tua khusyuk mengikuti tausiyah. Perbedaan usia dan latar belakang melebur dalam suasana kebersamaan yang hangat. Tradisi yang diwariskan para leluhur berpadu dengan nilai-nilai keagamaan yang terus menguatkan kehidupan sosial masyarakat.

Camat Kencong Ronny berharap semangat gotong royong dan kebersamaan yang terbangun selama rangkaian Bersih Desa dapat terus dipertahankan. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan serta menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.

"Semoga tradisi yang baik ini terus dilestarikan. Ketika budaya tetap hidup dan nilai-nilai agama semakin kuat, masyarakat akan semakin rukun, harmonis, dan bersama-sama membangun Desa Paseban menjadi lebih baik," pungkasnya.

Penutupan Bersih Desa Paseban pun menjadi lebih dari sekadar akhir sebuah perayaan. Ia menjadi simbol bahwa warisan budaya dan nilai religius dapat saling menguatkan, menghadirkan kebahagiaan sekaligus ketenangan bagi masyarakat yang menjaganya dari generasi ke generasi. (Fur)

Galeri Foto