Wayang Kulit dan Pengajian Warnai Penutupan Bersih Desa Paseban
- 01 Juli 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Wayang Kulit dan Pengajian Warnai Penutupan Bersih Desa Paseban
JEMBER, 1 Juli 2026 – Pemerintah Desa Paseban, Kecamatan Kencong, menutup rangkaian Bersih Desa dan Soroan Tahun 2026 dengan konsep yang memadukan nilai budaya dan keagamaan. Pagelaran wayang kulit yang menjadi simbol pelestarian tradisi dipadukan dengan pengajian bersama Neng Siska sebagai bentuk ikhtiar membangun keseimbangan antara hiburan dan pembinaan spiritual masyarakat. Rabu, 1 Juli 2026.
Ribuan warga memadati lokasi kegiatan sejak sore hingga malam hari. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias, mulai dari pagelaran seni tradisional hingga tausiyah keagamaan yang menjadi penutup perayaan tahunan tersebut.
Kepala Desa Paseban, Satupan, mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan agar Bersih Desa tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga membawa nilai edukasi dan religius bagi seluruh masyarakat.
"Bersih Desa merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga. Namun kami juga ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu kami mengolaborasikan pagelaran wayang dengan pengajian agar masyarakat mendapatkan hiburan sekaligus siraman rohani," ujar Satupan.
Menurutnya, keseimbangan antara budaya dan agama merupakan identitas masyarakat Paseban yang selama ini hidup berdampingan. Tradisi tetap dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, sementara nilai-nilai keagamaan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Satupan berharap semangat gotong royong yang terlihat selama pelaksanaan Bersih Desa dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapan kami, kebersamaan yang sudah terbangun selama rangkaian Bersih Desa ini tidak berhenti setelah acara selesai. Semoga masyarakat Paseban semakin kompak, rukun, dan bersama-sama membangun desa menjadi lebih maju tanpa meninggalkan budaya serta nilai-nilai agama," katanya.
Sementara itu, Camat Kencong Ronny Arvianto mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Paseban yang menghadirkan konsep perayaan yang seimbang antara pelestarian budaya dan penguatan spiritual masyarakat.
"Penutupan Bersih Desa kali ini menjadi contoh yang baik. Warga tidak hanya menikmati hiburan melalui pagelaran wayang, tetapi juga mendapatkan tuntunan melalui pengajian. Konsep seperti ini patut dipertahankan karena mampu menjaga budaya sekaligus memperkuat nilai religius masyarakat," ungkap Ronny.
Ia menambahkan, tradisi Bersih Desa bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diberikan.
Perpaduan seni tradisional dan dakwah yang tersaji dalam penutupan Bersih Desa Paseban menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Suasana kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan pun menjadi harapan baru agar semangat gotong royong dan kerukunan masyarakat terus terjaga dari generasi ke generasi.