logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Menyulap Limbah Media Jamur Merang Menjadi Pupuk Organik

  • 25 Januari 2024
  • Dibaca 2916 Kali
Bagikan Via:
menyulap-limbah-media-jamur-merang-menjadi-pupuk-organik

Menyulap Limbah Media Jamur Merang Menjadi Pupuk Organik

Selasa, 23 Januari 2027

Kelompok Tani Sinar Tani I Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung membuat inovasi pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan media tumbuh jamur merang yang sudah tidak termanfaatkan lagi. Limbah hasil budidaya jamur merang ini biasanya ditumpuk dan dibiarkan membusuk, jika dibiarkan terus akan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal jika dikelola limbah media tumbuh jamur merang ini dapat diubah menjadi pupuk organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi fisik tanah atau bahan pembenah tanah, juga kimia tanah sebagai sumber unsur hara walaupun dalam jumlah kecil.

Media tumbuh jamur merang biasanya terbuat dari jerami segar yang dicampur bekatul dan kapur dolomit yang kemudian dikomposkan lalu ditumpuk dalam rak kumbung dalam gudang selama masa budidaya. Saat panen jamur setiap 1 bulan sekali, setiap gudang akan menghasilkan 1 ton limbah media tumbuh jamur merang yang dapat menghasilkan 0.3 ton kompos sebagai pupuk organik.

Cara pengolahan limbah media tumbuh jamur merang menjadi pupuk organik dilakukan dengan menumpuk limbah jerami menjadi berlapis dengan ketebalan sekitar 30 cm kemudian diberi dekomposer seperti EM4 atau bisa juga menggunakan MOL (mikroorganisme lokal), dan dibiarkan beberapa waktu hingga melapuk (terdekomposisi).

Limbah media tumbuh jamur merang yang sebagian besar berasal dari jerami jika dikomposkan merupakan salah satu alternatif untuk mensubstitusi penggunaan pupuk kimia. Kandungan hara jerami pada saat panen bergantung pada kesuburan tanah, kualitas dan kuantitas air irigasi, jumlah pupuk yang diberikan, dan musim/iklim. Di Indonesia rata-rata kadar hara jerami padi adalah 0,4%N, 0,02% P; 1,4% K; dan 5,6 Si. Untuk setiap 1 ton gabah (GKG) dari pertanaman padi dihasilkan pula 1,5 ton jerami yang mengandung 9 kg N, 2 kg P, 25 kg K, 2 kg S, 70 kg Si, 6 kg Ca dan 2 kg Mg.