Pelatihan Ecoprint Buka Harapan Baru bagi Anak Tidak Sekolah di Kebonsari
- 10 Juni 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Pelatihan Ecoprint Buka Harapan Baru bagi Anak Tidak Sekolah di Kebonsari
JEMBER, 10 JUNI 2026 – Suasana Pendapa Kecamatan Sumbersari pada Rabu, 10 Juni 2026 tampak berbeda. Sejumlah anak dan remaja mengikuti pelatihan ecoprint dengan penuh antusias. Di antara mereka terdapat tujuh Anak Tidak Sekolah (ATS) dari Kelurahan Kebonsari yang hadir untuk belajar keterampilan baru yang diharapkan dapat menjadi bekal masa depan.
Pelatihan ecoprint tersebut diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Sumbersari bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Mengusung tema “Ecoprint sebagai Upaya Penuntasan dan Pemberdayaan Anak Tidak Sekolah”, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan secara optimal.
Selain tujuh peserta dari Kebonsari, kegiatan ini juga diikuti peserta ATS dari wilayah lain di Kecamatan Sumbersari. Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Nurul Hafid Yasin, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Kabupaten Jember Mohammad Gozali, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, TP PKK Kecamatan Sumbersari, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Kabupaten Jember, Mohammad Gozali, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menuntaskan sekaligus mengurangi jumlah ATS di Kabupaten Jember. Menurutnya, pemberian keterampilan menjadi salah satu langkah penting agar anak-anak yang belum bersekolah tetap memiliki kesempatan mengembangkan potensi diri.
Ia menyebutkan, jumlah ATS di Kabupaten Jember saat ini tercatat sekitar 35 ribu anak, menurun dibandingkan data sebelumnya yang mencapai sekitar 42 ribu anak. Penurunan tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan teoritis dan teknis kepada ATS agar mereka memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan secara mandiri. Selain itu juga melatih kemandirian serta meningkatkan daya saing mereka di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan kesempatan berkembang.
Ia mengungkapkan bahwa Kecamatan Sumbersari saat ini berada pada urutan ketiga jumlah ATS terbanyak di Kabupaten Jember dengan sekitar 1.019 anak. Karena itu, berbagai program terus didorong, termasuk mengajak ATS untuk kembali melanjutkan pendidikan melalui program Kejar Paket yang sejalan dengan program pembangunan bidang pendidikan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jember.
Bagi Kelurahan Kebonsari, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan sehari. Lurah Kebonsari Edy Hariyanto menilai pelatihan ecoprint dapat menjadi ruang belajar sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri para peserta. Tujuh ATS yang dikirim dari Kebonsari diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha di masa depan.
“Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Jika anak-anak memiliki minat mengembangkan hasil pelatihannya menjadi usaha, perlu ada pendampingan lanjutan mulai dari pemasaran produk, pengemasan hingga bantuan permodalan,” katanya.
Melalui sentuhan kreativitas pada kain dan dedaunan yang menjadi media ecoprint, para peserta tidak hanya belajar menghasilkan karya. Lebih dari itu, mereka diajak melihat bahwa masa depan tetap terbuka lebar. Sebuah keterampilan sederhana yang dipelajari hari ini bisa menjadi langkah awal menuju kemandirian, sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi anak-anak yang sedang berjuang menemukan jalannya. (aji)