Monev Kios Pupuk di Kranjingan, DTPHP Jember Dorong Keterbukaan dan Kepastian bagi Petani
- 05 Mei 2026
- Dibaca 107 Kali
Bagikan Via:
Monev Kios Pupuk di Kranjingan, DTPHP Jember Dorong Keterbukaan dan Kepastian bagi Petani
JEMBER, 05 MEI 2026 - Upaya memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan tepat sasaran terus diperkuat oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember. Kali ini, kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) difokuskan di kios pupuk yang berada di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, pada Senin, 04 Mei 2026.
Sejak pagi, tim teknis DTPHP turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi riil di lapangan. Tidak hanya memeriksa dokumen, tim juga mencermati alur distribusi pupuk dari gudang hingga sampai ke tangan petani. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada celah dalam proses penyaluran, sekaligus menjaga agar pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.
Berbeda dari pendekatan pengawasan yang kaku, monev kali ini lebih mengedepankan dialog terbuka. Pengelola kios diajak berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi, sekaligus diberikan pemahaman ulang terkait aturan distribusi pupuk bersubsidi, termasuk pentingnya kesesuaian data dalam sistem e-RDKK.
Anggota tim teknis, Bambang, menilai bahwa kejelasan informasi di tingkat kios menjadi penentu utama kepercayaan petani terhadap sistem distribusi pupuk.
“Kalau informasi di kios sudah jelas sejak awal, petani tidak perlu bertanya-tanya lagi. Mereka datang dengan yakin, tahu haknya, dan tahu apa yang akan mereka terima,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keterbukaan bukan hanya soal memenuhi aturan, tetapi juga menciptakan kenyamanan bagi petani dalam mengakses pupuk.
“Kami ingin suasana di kios itu terbuka dan ramah bagi petani. Semua harus bisa diakses informasinya, mulai dari stok sampai harga. Itu yang kami dorong,” tambah Bambang.
Sementara itu, Dewi, yang juga tergabung dalam tim teknis, menyoroti pentingnya kedisiplinan pengelola kios dalam menjalankan ketentuan yang ada. Menurutnya, hal kecil seperti pemasangan daftar harga dapat memberikan dampak besar terhadap transparansi.
“Kadang yang terlihat sederhana justru paling berpengaruh. Ketika harga dipasang dengan jelas sesuai HET, petani merasa lebih tenang karena tidak ada perbedaan informasi,” jelas Dewi.
Ia juga mengingatkan bahwa konsistensi dalam menjalankan aturan akan membantu menjaga stabilitas distribusi di lapangan.
“Yang terpenting adalah konsisten. Kalau semua kios menjalankan aturan yang sama, distribusi akan lebih tertib dan tidak menimbulkan persoalan,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan administrasi penyaluran, validasi data e-RDKK, hingga memastikan kondisi stok pupuk dalam keadaan aman. Hasilnya, ketersediaan pupuk bersubsidi di kios wilayah Kranjingan terpantau mencukupi dan terkendali sesuai kebutuhan petani.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya dalam menjamin distribusi pupuk bersubsidi yang transparan, adil, dan tepat sasaran.
Melalui monev yang dilakukan secara langsung dan menyentuh titik distribusi, DTPHP berharap sistem penyaluran pupuk semakin tertata dengan baik. Tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga kepastian bagi petani dalam memperoleh pupuk dengan harga yang sesuai dan akses yang merata. (ima)