11 Desa se-Kecamatan Bangsalsari Turut Serta Pecahkan Dua Rekor MURI Parade Ancak Agung Jember
- 23 Agustus 2026
- Dibaca 122 Kali
Bagikan Via:
11 Desa se-Kecamatan Bangsalsari Turut Serta Pecahkan Dua Rekor MURI Parade Ancak Agung Jember
JEMBER, 23 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Kabupaten Jember berhasil mencatatkan dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam rangkaian kegiatan Parade Ancak Agung yang digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Meski jumlah ancak yang terkumpul belum mencapai target 1.000 ancak, dua kategori rekor berhasil dipecahkan.
Dua rekor tersebut yakni Parade Ancak Agung Terbanyak dengan jumlah 527 ancak, serta Ancak Agung Tertinggi dari Rangkaian Suwar-suwir dengan tinggi gunungan mencapai 3,7 meter.
Jumlah 527 ancak tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 449 ancak. Dengan demikian, terdapat peningkatan jumlah partisipasi dalam Parade Ancak Agung yang menjadi salah satu agenda budaya dan keagamaan di Kabupaten Jember.
Sementara itu, rekor kedua dicatat melalui sebuah gunungan ancak berbahan rangkaian suwar-suwir dengan ketinggian mencapai 3,7 meter. Gunungan tersebut tersusun dari sekitar 1.600 bungkus suwar-suwir, dengan total mencapai sekitar 32.000 buah suwar-suwir.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kecamatan Bangsalsari menjadi salah satu wilayah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain ancak dari Kecamatan Bangsalsari, 11 desa se-Kecamatan Bangsalsari juga ikut ambil bagian dan berbaur bersama ratusan ancak dari berbagai wilayah Kabupaten Jember.
Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk partisipasi Kecamatan Bangsalsari dalam kegiatan yang menggabungkan nilai keagamaan, tradisi, kebudayaan, dan semangat kebersamaan masyarakat.
Plt. Camat Bangsalsari, Deni Hadiatullah, S.IP., M.M. menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat dan pemerintah desa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, capaian rekor bukan satu-satunya hal yang penting. Lebih dari itu, kegiatan Ancak Agung menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menjaga tradisi kebersamaan masyarakat.
“Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat dapat bersama-sama menjaga tradisi, memperkuat silaturahmi dan mengambil nilai-nilai keteladanan dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rekor yang diraih tentu menjadi kebanggaan bersama, tetapi semangat kebersamaan jauh lebih penting,” ujar Deni.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan 11 desa di Kecamatan Bangsalsari yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh desa dan masyarakat Bangsalsari yang telah berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa ketika kita bergerak bersama, banyak hal positif yang dapat kita lakukan,” imbuhnya.
Rangkaian kegiatan juga dirangkai dengan Khatmil Quran secara serentak di 31 kecamatan se-Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat nuansa religius dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 RI.
Setelah rangkaian kegiatan, acara dijadwalkan ditutup dengan pembacaan Shalawat Nabi bersama KHR. Muhammad Kholil As'ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Situbondo.
Bagi Kecamatan Bangsalsari, keterlibatan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai partisipasi dalam sebuah acara, tetapi juga menjadi momentum untuk terus menjaga semangat gotong royong, kerukunan dan pelestarian budaya lokal.
Dengan berhasilnya dua rekor MURI tersebut, kegiatan Parade Ancak Agung tahun ini kembali menunjukkan besarnya potensi kebersamaan masyarakat Jember dalam menggabungkan tradisi, keagamaan dan semangat kebangsaan. (yun)