logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

120 KK di Sidodadi Jember Kesulitan Air Bersih, Sumur Warga Tinggal 20 Sentimeter

  • 09 September 2026
  • Dibaca 105 Kali
Bagikan Via:
120-kk-di-sidodadi-jember-kesulitan-air-bersih-sumur-warga-tinggal-20-sentimeter-20260909

120 KK di Sidodadi Jember Kesulitan Air Bersih, Sumur Warga Tinggal 20 Sentimeter

JEMBER, 09 SEPTEMBER 2026 - Kekeringan mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih warga di Dusun Mandiku, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak sekitar 120 kepala keluarga (KK) dilaporkan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setelah debit sumur warga terus menurun selama musim kemarau.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen di lokasi pada Rabu, 09 September 2026. Asesmen dilakukan setelah pemerintah desa mengajukan permohonan bantuan air bersih.

Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Faris Fadhil, mengatakan kondisi sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit cukup signifikan.

“Debit air sumur warga tinggal sekitar 20 sampai 30 sentimeter dari dasar sumur. Bahkan, sebagian air berubah menjadi kekuningan dan berbau seperti besi atau karat,” kata Faris saat melakukan asesmen di lokasi.

Menurut dia, dampak kekeringan dirasakan warga di dua wilayah RT. Di RT 05/RW 06, sekitar 50 KK dari total 75 KK mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara di RT 06/RW 06, sekitar 70 KK dari 75 KK terdampak.

Dengan demikian, total warga yang mengalami kesulitan air bersih mencapai sekitar 120 KK.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kondisi sumur di kedua wilayah tersebut semakin mengkhawatirkan. Di RT 05/RW 06, dari tiga sumur warga yang diperiksa, debit air hanya tersisa sekitar 20-30 sentimeter dari dasar sumur.

Sementara di RT 06/RW 06, dari lima sumur yang diperiksa, ketinggian air hanya sekitar 15-20 sentimeter dari dasar sumur. Sebagian besar air sumur juga tampak menguning dan mengeluarkan bau.

Kondisi serupa ditemukan pada sumber air dari tandon milik desa yang berada di lokasi pembangunan masjid di RT 06/RW 06. Air dalam tandon juga mengalami perubahan warna dan bau.

Meski demikian, berdasarkan pemeriksaan lapangan, air tersebut menjadi lebih layak setelah diendapkan selama sekitar 12 jam.

BPBD Jember merekomendasikan pendistribusian air bersih secara berkala untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Bantuan yang disarankan berupa satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali.

Selain itu, BPBD juga merekomendasikan penyediaan satu unit tandon air lengkap dengan pangkonnya berkapasitas sekitar 5.000 liter di lokasi terdampak.

Faris menambahkan, jarak sumber air sungai dari permukiman warga sekitar satu kilometer. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perlunya bantuan air bersih selama kekeringan berlangsung.

Dalam asesmen tersebut, TRC BPBD melakukan koordinasi dengan perangkat RT/RW dan warga, pemeriksaan sumur, dokumentasi, serta memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan dan langkah menghadapi keterbatasan air.

Penanganan kekeringan di Dusun Mandiku dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Selain itu, kegiatan tersebut menindaklanjuti surat permohonan bantuan air bersih dari Kecamatan Tempurejo dan Desa Sidodadi. BPBD Jember bersama perangkat RT/RW dan masyarakat terus memantau kondisi sumber air di wilayah terdampak. (tgh)

Galeri Foto