15 Kali Distribusi Air Bersih, 90 KK di Antirogo Jember Masih Terdampak Kekeringan
- 04 September 2026
- Dibaca 142 Kali
Bagikan Via:
15 Kali Distribusi Air Bersih, 90 KK di Antirogo Jember Masih Terdampak Kekeringan
JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Musim kemarau membuat puluhan keluarga di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan pada Jumat, 04 September 2026. Distribusi kali ini merupakan penyaluran air bersih yang ke-15 di lokasi tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember,Shofi Diaulhaq, mengatakan sebanyak 90 kepala keluarga (KK) terdampak kesulitan air bersih di wilayah tersebut.
"Sebanyak 50 KK terdampak berada di RT 02/RW 08 dan 40 KK lainnya berada di RT 02/RW 07," kata Shofi dalam laporan kegiatan BPBD Jember, Jumat.
Menurut dia, kondisi tersebut merupakan dampak musim kemarau yang menyebabkan sumber air warga mengalami keterbatasan. Kondisi itu sebelumnya telah diketahui berdasarkan asesmen TRC pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar rekomendasi agar dilakukan penanganan melalui pendistribusian air bersih secara berkala kepada masyarakat yang terdampak.
Penyaluran bantuan air bersih pada Jumat dimulai ketika tim BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Tim tiba sekitar pukul 10.15 WIB, disusul personel Palang Merah Indonesia (PMI) pada pukul 10.30 WIB.
Air bersih kemudian disalurkan ke tandon yang telah tersedia di lokasi. TRC BPBD Jember turut melakukan
Dalam penyaluran ke-15 tersebut, sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga. Dengan tambahan tersebut, total air bersih yang telah disalurkan hingga 4 September 2026 mencapai 67.500 liter.
Shofi memastikan kegiatan distribusi berlangsung aman dan kondusif. Tidak terdapat kendala selama proses penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih tetap dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali, selama kondisi kekeringan masih berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air warga.
"Kami merekomendasikan distribusi dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali ke lokasi yang masih terdampak kekeringan," ujar Shofi.
Kegiatan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Ketua RW setempat, serta warga. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim BPBD kembali ke Mako pada pukul 12.30 WIB. (tgh)