logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

150 KK di Subo Jember Krisis Air Bersih, Warga Harus Menempuh 800 Meter

  • 13 Oktober 2026
  • Dibaca 233 Kali
Bagikan Via:
150-kk-di-subo-jember-krisis-air-bersih-warga-harus-menempuh-800-meter-20261013

150 KK di Subo Jember Krisis Air Bersih, Warga Harus Menempuh 800 Meter

JEMBER, 13 Oktober 2026 — Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di empat dusun di Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan. Sumur warga mengering setelah musim kemarau berlangsung sejak Agustus 2026.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember menyalurkan 5.000 liter air bersih ke wilayah terdampak pada Selasa, 13 Oktober 2026.Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air warga yang tidak memiliki akses jaringan perpipaan.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Faris Fadhil, mengatakan warga terdampak harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sumur warga sudah mengering. Sebagian warga mengambil air dari sumber mata air di dekat sungai dengan jarak sekitar 800 meter, sementara sebagian lainnya membeli air galonan,” kata Faris.

Kekeringan melanda empat wilayah di Desa Subo. Rinciannya, Dusun Kaliwining RT 02/RW 06 sebanyak 60 KK, Dusun Karang Duren RT 02/RW 09 sebanyak 30 KK, Dusun Sanggar RT 02/RW 01 sebanyak 30 KK, dan Dusun Karang Sadang RT 04/RW 04 sebanyak 30 KK.

Menurut Faris, kondisi warga semakin sulit karena di wilayah terdampak belum tersedia jaringan pipanisasi. Ketergantungan terhadap sumber air alternatif membuat pasokan air menjadi persoalan bagi warga, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

BPBD menerima permohonan bantuan melalui surat Pemerintah Desa Subo Nomor 005/528/35.09.24/2026 tentang permohonan bantuan air bersih.

TRC-PB BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba 15 menit kemudian. Petugas berkoordinasi dengan Kepala Desa Subo sebelum mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah tandon yang telah tersedia.

Selain distribusi air, petugas memberikan edukasi kepada warga mengenai kondisi dan penanganan dampak kekeringan.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD juga menyediakan lima tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Sementara air bersih yang disalurkan sebanyak satu truk tangki dengan kapasitas 5.000 liter.

BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap empat hari ke wilayah terdampak. Penanganan lebih lanjut juga akan diteruskan kepada dinas terkait.

“Untuk sementara, distribusi air direkomendasikan dilakukan setiap empat hari sekali,” ujar Faris.

Kegiatan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Babinsa Subo, pemerintah desa, kepala dusun, RT/RW, serta warga. Seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar tanpa kendala.(tgh)

Galeri Foto