logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

214 KK di Mayang Jember Terdampak Kekeringan, Warga Harus Tempuh 2 Kilometer Cari Air

  • 14 Oktober 2026
  • Dibaca 168 Kali
Bagikan Via:
214-kk-di-mayang-jember-terdampak-kekeringan-warga-harus-tempuh-2-kilometer-cari-air-20261014

214 KK di Mayang Jember Terdampak Kekeringan, Warga Harus Tempuh 2 Kilometer Cari Air

JEMBER, 14 Oktober 2026 — Sebanyak 214 kepala keluarga (KK) di Dusun Klayu, Desa Tegal Waru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Sebagian besar sumur warga mengering sehingga masyarakat harus menempuh jarak hingga sekitar 2 kilometer untuk mendapatkan air bagi kebutuhan memasak dan minum.

Kondisi tersebut diketahui setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen di wilayah tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026. Asesmen dilakukan menindaklanjuti surat Pemerintah Desa Tegal Waru Nomor 470/96/10/26.2004/2026 tentang permohonan bantuan air.

“Dari hasil pengecekan, sebagian besar sumur warga mengalami penurunan ketersediaan air. Bahkan ada sumur yang sudah kering hingga terlihat dasarnya,” kata anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Agit Maulana, Selasa.

Menurut Agit, asesmen dilakukan bersama perangkat RT/RW dengan mengecek kondisi sumur dan sumber air warga di tiga wilayah, yakni RT 01/RW 02 sebanyak 68 KK, RT 02/RW 02 sebanyak 74 KK, dan RT 03/RW 02 sebanyak 72 KK.

Total terdapat 214 KK yang terdampak kekeringan di wilayah tersebut.

Sumur warga umumnya memiliki kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter. Namun, kondisi kemarau membuat persediaan air di dalam sumur terus menurun. Air yang masih tersedia pun dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

Keterbatasan sumber air membuat warga mencari alternatif ke sumber air lain. Untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum, warga harus mengambil air dari sumber terdekat yang berjarak sekitar 2 kilometer melalui jalan setapak. Sebagian warga bahkan mengangkut air menggunakan sepeda.

Sementara itu, untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer dari rumah menuju sumber air yang masih dapat digunakan.

“Warga menyampaikan kebutuhan bantuan air bersih terutama untuk memasak dan minum karena sumber air di sekitar permukiman semakin sulit diperoleh,” ujar Agit.

Dalam asesmen tersebut, TRC BPBD juga melakukan koordinasi dengan warga dan perangkat lingkungan, dokumentasi kondisi lapangan, serta pengecekan langsung sejumlah sumur warga.

BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan pendistribusian air bersih sebanyak 5.000 liter setiap tiga hari sekali bagi warga terdampak. Penyaluran tersebut direncanakan mengikuti jadwal distribusi wilayah Mrawan yang telah dikirimkan melalui Perumdam.

Selain bantuan air, BPBD merekomendasikan penyediaan dua tandon di lokasi terdampak. Pendistribusian tandon akan dilakukan setelah kesiapan pangkalan atau tempat penempatannya tersedia.

Hasil asesmen selanjutnya akan diteruskan kepada dinas terkait sebagai bahan penanganan lebih lanjut. BPBD menilai pemenuhan kebutuhan air bersih perlu dilakukan untuk membantu warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember melibatkan perangkat RT/RW dan warga setempat. Tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan asesmen.(tgh)

Galeri Foto