25 Kali Distribusi, 90 KK di Antirogo Jember Masih Bergantung Bantuan Air Bersih
- 25 September 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
25 Kali Distribusi, 90 KK di Antirogo Jember Masih Bergantung Bantuan Air Bersih
JEMBER, 25 SEPTEMBER 2026 – Krisis air bersih akibat musim kemarau masih dirasakan 90 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember. Meski bantuan air telah disalurkan berulang kali, kebutuhan warga terhadap pasokan air bersih masih berlangsung.
Pada Kamis, 24 September 2026, BPBD Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan 5.000 liter air bersih ke wilayah tersebut. Distribusi ini merupakan bantuan air bersih ke-25 di lokasi terdampak.
Dengan penyaluran terbaru tersebut, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan hingga 24 September 2026 mencapai 117.500 liter.
Warga yang membutuhkan air tersebar di dua wilayah. Sebanyak 50 KK berada di RT 02/RW 08, sedangkan 40 KK lainnya berada di RT 02/RW 07. Total terdapat sekitar 90 KK yang terdampak dan membutuhkan bantuan air bersih.
Kondisi kekeringan di wilayah Pelinggian sebelumnya telah diketahui melalui asesmen TRC BPBD pada 5 Agustus 2026. Hasil asesmen menunjukkan dampak musim kemarau menyebabkan warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih sehingga direkomendasikan adanya distribusi bantuan secara berkala.
TRC BPBD Jember, Shofi Diaulhaq mengatakan, distribusi kembali dilakukan karena kebutuhan air bersih masyarakat masih berlangsung.
“Distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan. Karena kondisi masih membutuhkan dukungan, distribusi perlu dilakukan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan,” ujar Shofi.
Dalam kegiatan terbaru, Tim BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan tiba sekitar pukul 11.30 WIB. TRC BPBD kemudian melakukan pendampingan terhadap proses pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dan ditampung pada tandon yang telah tersedia di lokasi. Terdapat empat unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter, terdiri dari dua unit milik BPBD dan dua unit milik PMI.
Keberadaan tandon tersebut menjadi sarana penampungan agar bantuan air dapat dimanfaatkan secara lebih teratur oleh warga di wilayah terdampak.
Selain distribusi, petugas juga melakukan koordinasi dan dokumentasi kegiatan. Proses penyaluran berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala.
BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih kembali dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter per distribusi.
Rekomendasi tersebut diberikan karena kebutuhan air warga masih berlangsung dan distribusi berkala diperlukan untuk membantu menjaga ketersediaan air selama dampak kekeringan belum berakhir.
Kegiatan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, PMI, ketua RW, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima warga yang membutuhkan.
Jika dihitung sejak penanganan sebelumnya, sebanyak 117.500 liter air telah disalurkan ke wilayah tersebut. Namun, kebutuhan distribusi yang terus berulang menunjukkan bahwa persoalan air bersih di Pelinggian masih memerlukan pemantauan dan penanganan berkelanjutan selama musim kemarau.
Hingga kegiatan selesai sekitar pukul 12.00 WIB, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Bantuan air terbaru diharapkan dapat membantu 90 KK memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. (bob)