50 Meter dari Rumah Warga, Kebakaran Satu Hektare Lahan Bambu Bikin Warga Antirogo Jember Cemas
- 15 September 2026
- Dibaca 72 Kali
Bagikan Via:
50 Meter dari Rumah Warga, Kebakaran Satu Hektare Lahan Bambu Bikin Warga Antirogo Jember Cemas
JEMBER, 15 SEPTEMBER 2026 – Kebakaran lahan bambu terjadi di kawasan Perum Mahkota Raya Rengganis, Lingkungan Plinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Selasa 15 September 2026. Api membakar sekitar 1 hektare lahan yang dipenuhi bambu, ranting dan dedaunan kering.
Kobaran api sempat mengkhawatirkan warga lantaran lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 50 meter dari permukiman. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD dan pemadam kebakaran untuk mencegah api meluas dan mendekati rumah penduduk.
Informasi mengenai kebakaran diterima Pusdalops BPBD Jember sekitar pukul 10.45 WIB. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah.
Api kemudian membesar dan dengan cepat membakar material kering yang berada di lahan, terutama bambu, ranting serta dedaunan. Kondisi tersebut membuat potensi penjalaran api semakin besar, terlebih material yang terbakar berada di kawasan yang relatif dekat dengan permukiman.
Tim BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan penanganan bersama Damkar Mako serta unsur terkait. Petugas melakukan pemadaman secara manual sekaligus menggunakan penyemprotan air untuk menjangkau titik-titik api.
Setelah kobaran utama berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api. Polisi dan personel Koramil turut melakukan pengamanan selama proses penanganan berlangsung.
Rezha Pratama, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, mengatakan penanganan dilakukan segera setelah laporan diterima karena lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman.
“Api membakar bambu, ranting dan dedaunan kering. Karena jaraknya sekitar 50 meter dari permukiman, pemadaman segera dilakukan bersama Damkar agar api tidak menjalar lebih luas,” ujar Rezha.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare. Lahan tersebut diketahui merupakan milik Pondok Pesantren Nuris.
Upaya pemadaman melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Damkar Mako, Muspika Kecamatan Sumbersari, Satpol PP, Polsek Sumbersari, Koramil Sumbersari, Destana, perangkat RT/RW serta warga sekitar.
Setelah sekitar satu jam penanganan, api berhasil dipadamkan pada pukul 12.00 WIB. Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi aman dan melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Tidak ada kendala berarti selama proses penanganan. Kondisi terkini dilaporkan aman, terkendali dan kondusif.
BPBD Jember mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran sampah, terutama ketika kondisi angin sedang kencang.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan yang dipenuhi semak, rerumputan kering maupun material mudah terbakar. Jika menemukan kebakaran lahan, warga diminta segera melaporkan kepada BPBD atau Damkar agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Kebakaran di Antirogo ini kembali menunjukkan bahwa lahan dengan material kering dapat menjadi titik rawan kebakaran, terlebih ketika lokasinya berdekatan dengan permukiman. Respons cepat petugas dan laporan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. (bob)