logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

85 KK di Baban Timur Jember Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Disiapkan Tiap Empat Hari

  • 27 Oktober 2026
  • Dibaca 84 Kali
Bagikan Via:
85-kk-di-baban-timur-jember-terdampak-kekeringan-distribusi-air-bersih-disiapkan-tiap-empat-hari-20261028

85 KK di Baban Timur Jember Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Disiapkan Tiap Empat Hari

JEMBER, 27 OKTOBER 2026 – Sebanyak 85 kepala keluarga (KK) di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, terdampak bencana kekeringan. Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tim Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan tindak lanjut permohonan bantuan air bersih di wilayah tersebut pada Senin, 26 Oktober 2026. Asesmen dan koordinasi dilakukan menyusul laporan warga melalui Wadul Gus e ID terkait kebutuhan air bersih.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD berangkat menuju lokasi pada pukul 17.30 WIB dan tiba sekitar pukul 19.00 WIB di RT 01 RW 07 Dusun Baban Timur. Petugas kemudian menemui pelapor serta berkoordinasi dengan kepala dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan warga untuk membahas penanganan kekeringan.

Firman Arifianto dari Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Jember mengatakan, hasil asesmen menunjukkan wilayah RT 01 dan RT 02 RW 07 Dusun Baban Timur mengalami dampak kekeringan dengan jumlah warga terdampak mencapai 85 KK.

“Warga berharap bantuan air bersih dapat terus diberikan karena kondisi kekeringan masih dirasakan,” kata Firman, Selasa 27 Oktober 2026.

Menurut dia, BPBD Jember sebelumnya telah melakukan asesmen pada 1 Agustus 2026. Hasil asesmen tersebut merekomendasikan pendistribusian bantuan air bersih sekaligus peminjaman lima tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter.

BPBD kemudian telah mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Hingga 4 Oktober 2026, distribusi telah dilakukan sebanyak 22 kali dengan total volume mencapai 110.000 liter. Selain itu, lima tandon air juga telah ditempatkan untuk membantu warga menampung pasokan air.

Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Desa Mulyorejo pada 7 Oktober 2026, distribusi berikutnya direncanakan dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa. Hingga 26 Oktober 2026, kegiatan distribusi mandiri tersebut belum terlaksana.

Karena itu, dalam rapat koordinasi terbaru disepakati sejumlah langkah penanganan. Masyarakat akan membantu mengambil atau menimba air dari sumber PTP menuju lokasi warga terdampak menggunakan armada milik warga.

Kepala Desa Mulyorejo juga akan mengoordinasikan kebutuhan armada angkut, termasuk kendaraan yang diperlukan untuk mendukung proses pengambilan air. Permintaan armada akan dituangkan melalui surat kepala desa yang diketahui camat.

“Untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan pengangkut air yang mengambil air bersih akan ditanggung oleh kepala desa,” ujar Firman.

Distribusi air bersih selanjutnya direncanakan dilakukan setiap empat hari sekali dengan titik penyaluran di lokasi terdekat dari wilayah terdampak. Kegiatan distribusi akan melibatkan Kodim 0824 Jember dan relawan, sedangkan BPBD akan melakukan pendampingan.

BPBD juga akan menyusun jadwal distribusi ke Dusun Baban Timur setelah kesiapan armada untuk pengambilan air dipastikan.

Selain distribusi berkala, BPBD merekomendasikan agar penanganan kekeringan di Desa Mulyorejo diteruskan melalui koordinasi dengan Camat Silo. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.

“Rekomendasinya, distribusi air bersih dilakukan empat hari sekali dan penanganan kekeringan diteruskan kepada pihak kecamatan untuk dikoordinasikan lebih lanjut,” kata Firman. (tgh)

Galeri Foto