Akhir Masa Bakti FKUB 2021–2026, Bakesbangpol Jember Dorong Estafet Kerukunan Beragama Berjalan Harmonis
- 12 Oktober 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Akhir Masa Bakti FKUB 2021–2026, Bakesbangpol Jember Dorong Estafet Kerukunan Beragama Berjalan Harmonis
JEMBER, 12 Oktober 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember menggelar Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jember masa bakti 2021–2026 di Aula Nusantara Kantor Bakesbangpol Jember, Senin (12/10/2026). Pertemuan yang dimulai pukul 09.15 WIB tersebut menjadi momentum evaluasi pengabdian pengurus sekaligus mempersiapkan transisi kepengurusan guna menjaga keberlanjutan kerukunan umat beragama di Kabupaten Jember.
Rapat koordinasi dipimpin langsung Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, S.STP., M.Si., dan dihadiri Sekretaris Bakesbangpol Siswanto, S.Si.T., M.T., Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Dwi Handarisasi, S.Psi., M.Si., Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Mega Wulandari, S.STP., M.M., serta Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Teguh Kurniawan, S.Sos., bersama jajaran staf Bakesbangpol.
Hadir pula Ketua FKUB Kabupaten Jember, Dr. KH. Abdul Muis Sonhaji, beserta jajaran pengurus dan anggota FKUB periode 2021–2026.
Dalam sambutannya, Indra Tri Purnomo menegaskan bahwa rapat koordinasi kali ini memiliki arti penting karena berlangsung menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan FKUB periode 2021–2026. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi rutin, melainkan menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memastikan fondasi kerukunan yang telah dibangun tetap terjaga.
“Lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama kurun waktu tersebut, dinamika kemasyarakatan dan toleransi beragama di daerah kita telah melalui berbagai tantangan. Namun, berkat komitmen, kesabaran, dan kearifan para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB, situasi daerah kita senantiasa kondusif, damai, dan harmonis,” ujarnya.
Atas nama pemerintah daerah dan Bakesbangpol Kabupaten Jember, Indra menyampaikan apresiasi serta penghargaan kepada seluruh pengurus FKUB atas dedikasi, pengorbanan, dan kerja keras selama menjalankan tugas. Ia menilai FKUB memiliki peran strategis sebagai ruang dialog antarpemeluk agama sekaligus jembatan perekat keberagaman di tengah masyarakat.
Menurut Indra, keberadaan FKUB sangat penting dalam memperkuat komunikasi lintas agama, membangun kepercayaan antarkelompok masyarakat, serta menjaga suasana kehidupan bermasyarakat yang damai. Karena itu, capaian kerukunan selama periode kepengurusan saat ini perlu dipertahankan dan menjadi pijakan bagi kepengurusan berikutnya.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan evaluasi konstruktif mengenai keberhasilan maupun kendala yang dihadapi selama lima tahun terakhir. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus dasar untuk menyusun langkah strategis dalam mempertahankan dan memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Jember.
Selain evaluasi, persiapan pergantian kepengurusan juga menjadi perhatian penting. Indra menekankan bahwa proses estafet organisasi harus berjalan lancar, tertib, dan harmonis sehingga tidak mengganggu kesinambungan program serta pengabdian FKUB kepada masyarakat.
“Meskipun masa bakti periode 2021–2026 akan segera berakhir, saya meyakini bahwa semangat kebangsaan dan sumbangsih pemikiran Bapak/Ibu sekalian tidak akan pernah berhenti untuk daerah tercinta ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Jember, Dr. KH. Abdul Muis Sonhaji, menyampaikan bahwa selama dua periode kepengurusannya, kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Jember secara umum tetap kondusif. Ia mengapresiasi kerja sama para tokoh agama dan berbagai pihak yang selama ini turut menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
“Kami sudah dua periode menjadi pengurus FKUB Kabupaten Jember. Selama kepemimpinan kami, alhamdulillah tidak ada gejolak sosial yang signifikan. Alhamdulillah, selama ini Jember masih sangat kondusif dalam urusan kehidupan kerukunan umat beragama,” ungkapnya.
Meski demikian, Abdul Muis mengakui masih terdapat dua agenda terkait pembangunan rumah ibadah yang belum terselesaikan. Persoalan tersebut, menurutnya, masih menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan saat ini dan perlu mendapat perhatian dalam upaya menjaga hubungan harmonis antarumat beragama.
Catatan tersebut menjadi bagian penting dari evaluasi bersama, sehingga berbagai persoalan yang masih memerlukan penyelesaian dapat dipetakan dan ditindaklanjuti secara bijaksana sesuai ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan komunikasi, dialog, serta penghormatan terhadap hak dan kewajiban seluruh pihak.
Melalui rapat koordinasi ini, Bakesbangpol Kabupaten Jember menegaskan pentingnya kesinambungan sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, dan masyarakat. Kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kelompok, tetapi membutuhkan komitmen bersama untuk merawat toleransi, mencegah potensi konflik, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Rapat koordinasi FKUB Kabupaten Jember masa bakti 2021–2026 berakhir pada pukul 11.30 WIB. Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan bagi proses transisi kepengurusan yang tertib sekaligus menjaga capaian kerukunan umat beragama agar tetap menjadi kekuatan sosial dalam mendukung kehidupan masyarakat Jember yang aman, damai, dan harmonis.(but)