AKI-AKB JEMBER BAGAIMANA KONDISI SAAT INI
- 08 Juli 2022
- Dibaca 6089 Kali
Bagikan Via:
AKI-AKB JEMBER BAGAIMANA KONDISI SAAT INI
J-GEMAR JELITA
Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupahkan masalah Nasional. Pada tahun 2021 angka kematian ibu di kabupaten Jember sebesar 115 kasus tertinggi di Jawa timur dan angka kematian bayi sebesar 357 kasus juga tertinggi di Jawa timur. Pada Tahun 2021 kasus terbanyak karena Covid 19. AKI dan AKB menjadi indikator pembangunan suatu Daerah oleh karena itu berbagai upaya juga dilakukan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu nya dengan melakukan Validasi pelaporan data capaian kegiatan puskesmas tribulan 1 (Januari s/d Juni 2022) yang dilakukan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, yang dilaksanakan mulai tanggal 4 sampai dengan tanggal 8 Juli 2022. Kegiatan ini dilakukan di Ruang Bidang Kesehatan Masyarakat terjadwal 50 Puskesmas dengan cara mencocokan data langsung dari puskesmas dengan masing masing programer. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meminimalisir dalam entry data dan pemahaman terhadap Definisi operasional Data.
Dari data kasus kematian ibu pada bulan Januari s/d Juni 2022 terdapat 30 kasus kematian ibu dan setelah divalidasi menjadi 28 kasus karena 1 kasus akibat kecelakaan lalulintas dan 1 pendatang bukan KTP Jember, sedangkan pada bulan yang sama pada tahun 2021 sebesar 32 kasus.
Sedangkan untuk kasus kematian bayi dan balita januari s/d Juni 2022 sebasar 151 kasus, pada bulan yang sama tahun 2021, sebesar 230 kasus.
Dari trend angka sampai dengan saat ini masih dibawah tahun lalu semoga kondisi ini bisa bertahan dan AKI AKB kabupaten Jember bisa turun dibandingkan tahun lalu. Sampai dengan saat ini kasus penyebab kematian ibu yang terbanyak adalah karena Pre-eklamsa dan Eklamsia sedangkan penyebab kematian bayi yang terbanyak dalah karena BBLR.
Yang paling penting adalah menjaga kondisi selama kehamilan minimal periksa adalah 6 kali yaitu:
- 1 kali pada trimester pertama
- 2 kali trimester kedua
- 3 kali trimester ketiga
Tetapi apabila kondisi ibu hamil masuk katagori KEK (Kurang Energi Kronis) ditandai LILA (Lingkar Lengan Atas) kurang dari 23,5 cm atau apabila ibu resiko tinggi (4T= terlalu TUa, Terlalu Muda, Terlalu Banyak Anak, Terlalu Sering) maka bisa melakukan kunjungan setiap bulan (9 x) atau lebih sesuai dengan kondisi ibu. Serta yang paling utama adalah menjaga pola konsumsi agar status gizi dan kesehatan ibu terjaga.
Pergi ke pasar malam membeli pedang
Ini pedang bukan sembarang pedang
Mari jangan lelah untuk berjuang
Agar AKI AKB turun dimasa mendatang