Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Akses Warga Terputus Akibat Longsor di Dusun Jungrang, Sukoreno Kalisat
- 17 Januari 2026
- Dibaca 574 Kali
Bagikan Via:
Akses Warga Terputus Akibat Longsor di Dusun Jungrang, Sukoreno Kalisat
Hujan dengan intensitas tinggi kembali memicu kejadian tanah longsor di wilayah Kabupaten Jember. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026, di Dusun Jungrang, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat. Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jember pada pukul 18.50 WIB, kejadian longsor dipicu hujan deras hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam sejak siang hari. Penanganan di lapangan dilaksanakan pada malam hari dan dilaporkan selesai pada pukul 20.40 WIB, dengan kondisi lokasi dinyatakan aman dan terkendali.
Kronologis kejadian bermula pada pukul 15.30 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan Dusun Jungrang secara terus-menerus. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah di sekitar tebing dan badan jalan desa menjadi jenuh air dan labil. Sekitar pukul 16.00 WIB, terjadi longsoran tanah dan batuan besar dengan perkiraan dimensi panjang 2 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi mencapai 5 meter. Material longsoran tersebut menutup sebagian hingga hampir separuh badan jalan desa, sehingga mengganggu akses transportasi dan aktivitas warga setempat. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas secara normal di jalur tersebut.Dampak dari kejadian ini cukup dirasakan masyarakat karena akses jalan Dusun Jungrang menuju Desa Sukoreno terganggu. Selain menutup badan jalan, longsoran juga menyebabkan aspal jalan mengalami kerusakan dan hancur pada beberapa bagian. Hingga laporan ini disusun, akses jalan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat belum dapat melintas karena kondisi jalan yang sempit dan tertutup material longsor. Meskipun demikian, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa, sehingga situasi masih dapat dikendalikan dengan baik.Sebagai langkah penanganan awal, TRC BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait melakukan koordinasi, asesmen lokasi, serta pemasangan police line untuk menutup area longsor demi menjaga keselamatan warga. Dokumentasi kejadian juga dilakukan sebagai bahan laporan dan dasar tindak lanjut penanganan. Penanganan darurat dinyatakan selesai pada pukul 20.40 WIB, namun lokasi masih memerlukan penanganan lanjutan menggunakan alat berat untuk membersihkan material longsoran dan membuka kembali akses jalan secara normal.BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan longsor. Selain itu, diperlukan koordinasi dengan Dinas PUPR untuk proses pembersihan material longsor dan perbaikan badan jalan yang rusak. BPBD juga mendorong adanya kerja bakti pasca bencana bersama pihak kecamatan, desa, dan warga setempat sebagai upaya percepatan pemulihan. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko serta dampak bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Jember ke depannya.