logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Antusiasme Warga Panti dalam agenda sakral tingkat desa: Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Glagahwero

  • 22 Juni 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
antusiasme-warga-panti-dalam-agenda-sakral-tingkat-desa-pemilihan-anggota-badan-permusyawaratan-desa-bpd-glagahwero-20260622

Antusiasme Warga Panti dalam agenda sakral tingkat desa: Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Glagahwero

PANTI, 21 Juni 2026 – Ratusan warga Desa Panti sejak pagi hari telah memadati area tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di beberapa dusun di wilayah Desa Panti, Kecamatan Panti. Kehadiran masyarakat yang berbondong-bondong ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk menggunakan hak pilih mereka dalam agenda sakral tingkat desa: Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panti untuk masa jabatan periode mendatang.

Suasana pesta demokrasi tingkat lokal ini terasa begitu hangat namun tetap sarat akan keseriusan. Sejak gerbang TPS dibuka pada pukul 07.00 WIB, antrean warga yang membawa undangan memilih tampak mengular dengan tertib. Mulai dari kalangan pemuda, tokoh masyarakat, hingga lansia, semuanya tampak antusias memberikan suara demi menentukan siapa saja figur yang layak duduk di kursi parlemen desa tersebut.

Pelaksanaan pemungutan suara ini merupakan puncak dari rangkaian tahapan panjang yang telah disusun oleh Panitia Pemilihan Anggota BPD Desa Panti. Sebelumnya, panitia telah melakukan penjaringan bakal calon, verifikasi berkas administrasi, hingga penetapan calon anggota BPD yang dinilai memenuhi syarat. Tahapan sosialisasi juga gencar dilakukan di tingkat dusun guna memastikan setiap warga memahami mekanisme pemilihan, termasuk keterwakilan keterwakilan perempuan yang menjadi poin penting dalam komposisi BPD modern.

Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Panti Bapak Suryo, menjelaskan bahwa proses persiapan hingga hari-H berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang solid antara panitia, Pemerintah Desa Panti, serta elemen pengawas kecamatan.

"Kami mengapresiasi tingginya kesadaran politik warga Desa Panti. Pemilihan BPD ini adalah momentum krusial karena BPD adalah mitra strategis Kepala Desa dalam merumuskan kebijakan, mengawasi anggaran, dan menyalurkan aspirasi murni dari setiap dusun," ujarnya di sela-sela pemantauan di salah satu TPS utama.

BPD sendiri memiliki peran yang sangat vital dalam tata kelola pemerintahan desa. Lembaga ini berfungsi layaknya "DPRD skala desa" yang memiliki wewenang untuk membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa (RPDes) bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Desa. Oleh karena itu, komposisi figur yang terpilih hari ini akan sangat menentukan arah pembangunan Desa Panti selama beberapa tahun ke depan.

Untuk memastikan keterwakilan wilayah yang adil, pemungutan suara dibagi ke dalam beberapa daerah pemilihan (dapil) berbasis dusun. Di setiap TPS, panitia menyediakan bilik suara yang menjamin kerahasiaan pilihan warga, serta kotak suara yang dikunci rapat sebelum prosesi pencoblosan dimulai. Setiap calon anggota BPD juga menempatkan saksi-saksi mereka untuk memantau jalannya pemungutan hingga penghitungan suara nanti, memastikan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luper jurdil) benar-benar ditegakkan.

Bukan sekadar formalitas, persaingan antar-calon dalam pemilihan kali ini tergolong cukup ketat namun tetap sehat. Para calon anggota BPD yang berkompetisi merupakan tokoh-tokoh potensial yang membawa visi misi bervariasi—mulai dari program peningkatan infrastruktur pertanian, pemberdayaan pemuda melalui Karang Taruna, optimalisasi pelayanan administrasi desa, hingga penguatan peran perempuan dalam ekonomi kreatif mikro.

Supardi, Salah seorang warga Dusun Krajan yang ditemui usai mencoblos mengungkapkan harapannya yang besar terhadap anggota BPD yang baru. Ia berharap perwakilan yang terpilih nanti tidak hanya sekadar formalitas nama di struktur desa, melainkan benar-benar hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.

"Kami butuh wakil yang mau mendengar langsung keluhan di tingkat bawah, seperti masalah saluran irigasi sawah dan bantuan modal usaha kecil. Semoga yang menang nanti amanah dan tidak melupakan janji-janjinya saat sosialisasi kemarin," tuturnya sambil menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah tercelup tinta biru.

Kelancaran jalannya pemungutan suara ini tidak terlepas dari pengawalan ketat aparat keamanan gabungan. Personel dari Polsek Panti, Koramil Panti, serta anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) desa disiagakan di setiap titik TPS. Kehadiran petugas memastikan situasi tetap kondusif, mencegah terjadinya potensi gesekan antarpendukung, serta memastikan alur sirkulasi warga di area TPS tetap teratur.

Camat Panti beserta jajaran jajaran struktural kecamatan juga melakukan peninjauan langsung ke lapangan (monitoring) guna memantau perkembangan situasi secara berkala. Berdasarkan hasil pantauan sementara, tingkat partisipasi pemilih di Desa Panti diperkirakan melampaui target minimum, mencerminkan pemahaman masyarakat yang semakin matang mengenai pentingnya keterlibatan publik dalam pembangunan dari pinggiran.

Hingga batas waktu pemungutan suara ditutup pada siang hari, proses administrasi segera berlanjut ke tahap penghitungan suara. Riuh rendah sorak penonton yang menyaksikan proses pembukaan surat suara dari luar pagar TPS menandakan antusiasme yang belum surut. Setiap lembar surat suara yang dibuka dan dibacakan oleh petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) disambut dengan cermat oleh para saksi dan warga yang bertahan di lokasi.

Hasil akhir dari pemungutan suara ini nantinya akan menetapkan beberapa nama terpilih yang berhak mengisi keterwakilan wilayah di keanggotaan BPD Desa Panti. Anggota BPD terpilih kemudian akan melalui proses pelantikan resmi sebelum akhirnya bersinergi dengan Kepala Desa Panti untuk bersama-sama membawa kemajuan, kesejahteraan, dan transparansi tata kelola bagi seluruh lapisan masyarakat Desa Panti.(Jha)

 

Galeri Foto