logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Mumbulsari

Mengejar Cakupan Imunisasi: Ketua PKK Mumbulsari Ajak Masyarakat Imunisasi Kejar Campak

  • 25 Maret 2026
  • Dibaca 286 Kali
Bagikan Via:
mengejar-cakupan-imunisasi-ketua-pkk-mumbulsari-ajak-masyarakat-imunisasi-kejar-campak-20260325

Mengejar Cakupan Imunisasi: Ketua PKK Mumbulsari Ajak Masyarakat Imunisasi Kejar Campak

JEMBER, 25 MARET 2026 – Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Mumbulsari ajak masyarakat imunisasi kejar campak dalam kegiatan "Imunisasi Kejar Campak Serentak" oleh Puskesmas Mumbulsari pada Rabu pagi, 25 Maret 2026.

Imunisasi kejar sendiri merupakan upaya pemberian imunisasi kepada anak yang belum mendapatkan dosis vaksin sesuai jadwal yang seharusnya, baik karena terlewatkan atau terputus jadwal imunisasinya.

Program yang serentak dijalankan di wilayah Kecamatan Mumbulsari ini digelar mulai 25 Maret hingga 1 April 2026, dengan tempat pelaksanaan yang beragam. Di antaranya Puskesmas Mumbulsari, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Target imunisasi tertuju pada kelompok anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak lengkap.

Kepala Puskesmas Mumbulsari, dr. Wike Wahyu Wijayanti, menjelaskan bahwa kampanye imunisasi kejar ini merupakan langkah krusial untuk menutup celah kekebalan di tengah masyarakat. Menurutnya, cakupan imunisasi yang tidak merata menjadi pintu masuk bagi virus.

“Kami tidak ingin lengah. Imunisasi kejar ini adalah strategi untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Campak dan Rubella adalah penyakit yang sangat menular dan komplikasinya bisa fatal bagi balita,” ujar dr. Wike dalam acara tersebut.

Hadir dalam acara ini, kader posyandu dan dukungan penuh dari Tim Penggerak PKK Kecamatan. Menggerakkan ibu-ibu agar mau membawa anaknya ke Puskesmas, Pustu, atau Posyandu yang terkadang memerlukan pendekatan persuasif yang intensif.

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Mumbulsari, Ny. Wiwin Rahmawati Abdul Kadir, mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke dusun-dusun untuk melakukan sosialisasi. Ia memahami betul tantangan di lapangan, mulai dari Liburan Hari Raya Idulfitri, kesibukan keluarga, hingga ketidaktahuan mengenai pentingnya imunisasi kejar.

“Kami jemput bola dengan menyisir data di setiap lingkungan. Saya terus berpesan kepada ibu-ibu, jangan menunggu anak jatuh sakit baru mencari pertolongan. Imunisasi ini adalah investasi kesehatan jangka panjang untuk si kecil,” tutur Ny. Wiwin.

Menurut Wiwin, peran PKK adalah memastikan pesan penting ini sampai ke pelosok. “Saya sampaikan untuk memastikan pesan penting ini sampai ke pelosok dan syaratnya mudah, hanya perlu membawa buku KIA serta Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Keluarga. Tidak ada alasan untuk menunda,” jelasnya. (nov)

Galeri Foto