logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Lelampahan Jagat Sadeng Jadi Ruang Pendalaman Kreatif Seniman di Jember

  • 12 Mei 2026
  • Dibaca 151 Kali
Bagikan Via:
lelampahan-jagat-sadeng-jadi-ruang-pendalaman-kreatif-seniman-di-jember-20260512

Lelampahan Jagat Sadeng Jadi Ruang Pendalaman Kreatif Seniman di Jember

JEMBER, 12 MEI 2026 - Kegiatan “Lelampahan Jagat Sadeng” yang berlangsung pada 8–10 Mei 2026 di Sanggar Seni Enggar Laras, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, menjadi ruang pembelajaran sekaligus pendalaman pengalaman bagi para seniman dan pegiat budaya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Bumi Sadeng yang mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan.

Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan kebudayaan bersama dalang Ki Suwito dan sejumlah narasumber lain untuk memperdalam pemahaman mengenai seni tradisi, sejarah Sadeng, hingga proses kreatif pembuatan wayang kulit. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga wadah merawat jejak budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Hari pertama diawali dengan pengenalan musik karawitan. Para peserta mempelajari alat musik gamelan, membaca notasi lagu, hingga praktik memainkan karawitan bersama dengan membawakan lagu “Gugur Gunung”. Suasana kebersamaan dan semangat belajar tampak begitu terasa selama proses berlangsung.

Selain pelatihan seni musik tradisional, peserta juga mengikuti diskusi “Bumi Sadeng” yang membahas jejak sejarah Sadeng di Kabupaten Jember. Diskusi tersebut menghadirkan Y. Setyo Hadi selaku sejarawan Jember yang memaparkan berbagai catatan sejarah dan perkembangan budaya Sadeng di wilayah Jember.

Memasuki malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi pewayangan bersama dalang Ki Suwito. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai dunia wayang kulit, mulai dari pemilihan bahan, media pembuatan, teknik pewarnaan, hingga teknik menatah wayang secara baik dan benar. Setelah sesi diskusi selesai, peserta turut menyaksikan secara langsung pagelaran wayang kulit di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Jember, guna memahami praktik pertunjukan pewayangan secara nyata.

Pada hari kedua hingga hari ketiga, peserta mulai mempraktikkan pembuatan wayang secara langsung. Proses tersebut dilakukan bertahap, mulai dari menatah hingga mewarnai wayang. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan karena proses pembuatan wayang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan tinggi.

Kepala Bidang Kebudayaan, Agung Nugroho, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus memperkuat ruang belajar bagi generasi muda.

“Lelampahan Jagat Sadeng bukan sekadar kegiatan pelatihan seni, tetapi juga upaya merawat identitas budaya daerah. Kami berharap para peserta dapat membawa pengalaman ini sebagai bekal proses kreatif dan turut menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujar Agung Nugroho.

Pada hari terakhir, peserta menyelesaikan karya wayang masing-masing dan memperoleh evaluasi serta masukan langsung dari Ki Suwito untuk pengembangan karya ke depan. Melalui kegiatan ini, Bumi Sadeng diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi budaya yang terus melahirkan generasi seniman yang memahami akar tradisi sekaligus mampu mengembangkannya secara kreatif. (af)

Galeri Foto