Apel Bunga Desaku di SMPN 1 Sukorambi, BPBD Jember Edukasi Seribu Siswa tentang Mitigasi Bencana
- 28 Juni 2026
- Dibaca 41 Kali
Bagikan Via:
Apel Bunga Desaku di SMPN 1 Sukorambi, BPBD Jember Edukasi Seribu Siswa tentang Mitigasi Bencana
JEMBER, 28 JUNI 2026 – Upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini terus diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Tanggap Bencana yang digelar dalam rangkaian Apel Siswa Program Bunga Desaku di SMP Negeri 1 Sukorambi, Kabupaten Jember, Minggu 28 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut diikuti sekitar 1.000 siswa beserta para guru. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan narasumber yang diterbitkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember serta instruksi Kepala BPBD Kabupaten Jember sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah.
Tim BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 08.15 WIB sebelum memulai penyampaian materi. Pada sesi utama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar kebencanaan, manajemen risiko bencana, hingga simulasi evakuasi mandiri saat terjadi gempa bumi.
Materi tersebut disampaikan oleh Parmuji, S.Sos. dan Fikri Auzan, S.T., yang mengajak para siswa memahami langkah-langkah penyelamatan diri melalui pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami.
Selain mengenalkan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Jember, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan keluarga, fungsi tas siaga bencana, serta tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Simulasi evakuasi menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta karena melibatkan praktik langsung sehingga siswa dapat memahami prosedur penyelamatan secara nyata.
Setelah sesi dari BPBD, kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Duta Genre, Puskesmas Sukorambi, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), serta mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sambutan dan arahan dari Bupati Jember yang memberikan motivasi kepada para pelajar agar terus menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan peduli terhadap lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian acara dengan antusias. Interaksi aktif antara narasumber dan siswa menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap materi mitigasi bencana. Para guru juga menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu menambah wawasan sekaligus membentuk karakter siswa yang lebih siap menghadapi potensi bencana.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., mengatakan bahwa pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
“Sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana. Ketika siswa memahami bagaimana mengenali potensi bahaya, melakukan evakuasi yang benar, serta menyiapkan perlengkapan darurat, maka mereka tidak hanya mampu melindungi dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Jember berkomitmen memperluas program edukasi kebencanaan ke berbagai satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jember berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang dimiliki sejak di bangku sekolah, diharapkan para pelajar mampu menjadi bagian dari masyarakat yang lebih siap, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.