Rembug Stunting Desa Tanggul Kulon: Bersinergi Wujudkan Target Nol Kasus Tengkes
- 15 Juli 2026
- Dibaca 88 Kali
Bagikan Via:
Rembug Stunting Desa Tanggul Kulon: Bersinergi Wujudkan Target Nol Kasus Tengkes
JEMBER, 15 JULI 2026 - Pemerintah Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, menggelar rapat koordinasi atau Rembug Stunting di Pendopo Balai Desa Tanggul Kulon, Rabu 15 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan menyusun langkah nyata, serta memperkuat sinergi penanganan dan pencegahan stunting atau tengkes di wilayah desa setempat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh diskusi konstruktif, dihadiri langsung oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Tanggul, Sunariyah Widiyawati, jajaran perangkat Desa Tanggul Kulon, Bidan Desa, serta para kader Posyandu yang berperan aktif di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bidan Desa Tanggul Kulon, Refina, menyampaikan sejumlah usulan kegiatan yang diperlukan untuk menangani permasalahan gizi buruk. "Dalam usulan kali ini, kami mengajukan berbagai kegiatan yang dapat melakukan intervensi langsung terhadap penanganan stunting," ujarnya.
Lebih lanjut, Refina juga mengajak seluruh elemen yang hadir untuk bersatu menyukseskan agenda tersebut. "Saya mengajak kepada seluruh pihak agar dapat bersinergi dan bahu-membahu dalam penanganan stunting di Desa Tanggul Kulon. Harapan kami, Desa Tanggul Kulon nantinya mencapai target nol kasus stunting," tegasnya.
Sementara itu, Kasi PMKS Kecamatan Tanggul, Sunaryati Widyastuti, beserta perangkat desa dan kader Posyandu menyambut baik usulan tersebut. Rapat juga menyepakati langkah pemantauan berkala, optimalisasi pemanfaatan produk lokal untuk peningkatan gizi, serta pendekatan intensif kepada keluarga sasaran.
"Stunting bukan hanya masalah kesehatan semata, tapi juga investasi kualitas sumber daya manusia desa ke depan. Kita harus saling mendukung, mulai dari pendataan tepat hingga penyuluhan rutin kepada keluarga sasaran," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Desa Tanggul Kulon berkomitmen memperkuat kolaborasi antarunsur, memastikan tidak ada balita yang terlewat pemantauannya, dan secara bertahap menurunkan angka stunting hingga mencapai target yang diharapkan. (psn)