“Apel Gelar Pasukan Bencana Hidrometeorologi, Bupati Jember Muhammad Fawait Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Instansi”
- 05 November 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
“Apel Gelar Pasukan Bencana Hidrometeorologi, Bupati Jember Muhammad Fawait Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Instansi”
JEMBER, 5 November 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai unsur terkait menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana hidrometeorologi tahun 2026 di Kabupaten Jember, Kamis (5/11/2026).
Apel digelar di Jalan Sudarman, tepat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memastikan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Apel dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Jember Komisaris Polisi (Kompol) Anthonio Effan Sulaiman, S.I.K., M.A. Bupati Jember Muhammad Fawait hadir melalui perwakilan, yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si.
Selain itu, apel diikuti jajaran Polres Jember, Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember, DPRD Kabupaten Jember, Pengadilan Negeri Jember, Kejaksaan Negeri Jember, Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), BPBD Kabupaten Jember, Basarnas Pos SAR Jember, ORARI, RAPI, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan Tagana.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si. mengatakan, apel gelar pasukan tersebut merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh unsur penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Menurut Edy Budi Susilo, kesiapsiagaan tidak hanya menyangkut jumlah personel yang dikerahkan, tetapi juga kesiapan peralatan, sarana pendukung, pola komunikasi, hingga koordinasi antarlembaga.
“Apel ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Yang tidak kalah penting adalah memperkuat koordinasi dan sinergitas antarinstansi agar respons terhadap kejadian bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Edy Budi Susilo.
Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai unsur dalam apel tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Setiap instansi dan unsur relawan memiliki peran masing-masing yang harus dapat bergerak secara terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat.
Kesiapsiagaan tersebut diperlukan mengingat bencana hidrometeorologi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga dampak lain yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Karena itu, kesiapan sejak sebelum bencana terjadi menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko serta mengurangi dampak yang mungkin ditimbulkan.
“Dengan kesiapan yang baik, diharapkan apabila terjadi bencana, seluruh unsur sudah mengetahui tugas dan perannya masing-masing sehingga penanganan di lapangan bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif,” ujar Edy Budi Susilo.
Dalam kegiatan tersebut, sinergitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan, unsur pencarian dan pertolongan, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, serta relawan menjadi bagian penting dari sistem kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Jember.
BPBD Kabupaten Jember juga terus mendorong penguatan koordinasi dengan berbagai pihak agar kemampuan respons terhadap bencana dapat dilakukan secara terpadu, terutama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak.
Edy Budi Susilo menambahkan, kesiapsiagaan juga harus diikuti dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti informasi dan peringatan dari pemerintah serta segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2026 tersebut berlangsung lancar, tertib, aman, dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
Melalui apel tersebut, pemerintah bersama seluruh unsur terkait menegaskan komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, serta mempercepat respons dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Jember.(tgh)