logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Malam Tasyakuran Harlah 100 Tahun NU MWC NU Rambipuji

  • 31 Januari 2026
  • Dibaca 486 Kali
Bagikan Via:
malam-tasyakuran-harlah-100-tahun-nu-mwc-nu-rambipuji-20260131

Malam Tasyakuran Harlah 100 Tahun NU MWC NU Rambipuji

Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 digelar dengan khidmat di Alun-alun Rambipuji pada Jumat, 30 Januari 2026. Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember memadati lokasi sejak sore hari untuk mengikuti rangkaian acara yang sarat nuansa religius dan kebangsaan. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah sekaligus wujud syukur atas satu abad perjalanan NU dalam menjaga agama, tradisi, dan persatuan bangsa.

Acara tersebut menghadirkan penceramah, KH. Abdullah Syamsul Arifin, yang memberikan tausiyah penuh makna kepada para jamaah. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya berpegang teguh kepada ajaran Nahdlatul Ulama serta senantiasa taat dan manut kepada ulama. KH. Abdullah Syamsul Arifin menyampaikan bahwa keberkahan hidup, baik di dunia maupun akhirat, akan terus mengalir bagi umat yang istiqamah mengikuti jalan NU dan bimbingan para kiai.
Suasana semakin syahdu dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh Majelis Sholawat MASBRO AN-NUR HA Rambipuji. Alunan sholawat yang menggema di seluruh area alun-alun mampu menggetarkan hati para jamaah dan menambah kekhusyukan acara. Ribuan hadirin tampak larut dalam kebersamaan, mencerminkan kuatnya ikatan spiritual dan sosial di kalangan warga NU.
Dalam sambutannya, Camat Rambipuji Bpk. Roni Herman Baza menyampaikan bahwa NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan juga kekuatan besar yang berperan sebagai pemersatu umat dan penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa NU sejak awal berdirinya telah konsisten menanamkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan cinta tanah air di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Jember patut bersyukur karena saat ini dianugerahi pemimpin dari kalangan santri, yakni Gus Bupati Fawait. Menurutnya, kepemimpinan santri menjadi harapan besar bagi terwujudnya pemerintahan yang religius, merakyat, dan berpegang pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Peringatan Harlah NU ke-100 ini pun diharapkan menjadi penguat komitmen bersama untuk terus menjaga tradisi, persatuan, dan masa depan bangsa.

Galeri Foto