logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sasar 1.000 Siswa Baru, BPBD Jember Gencarkan Edukasi Tanggap Bencana Serentak di MPLS

  • 16 Juli 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
sasar-1000-siswa-baru-bpbd-jember-gencarkan-edukasi-tanggap-bencana-serentak-di-mpls-20260716

Sasar 1.000 Siswa Baru, BPBD Jember Gencarkan Edukasi Tanggap Bencana Serentak di MPLS

JEMBER, 16 JULI 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bergerak cepat memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Langkah ini diambil untuk memperkuat budaya sadar bencana sejak dini di kalangan peserta didik baru.

Sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi bencana tersebut dilaksanakan serentak pada Kamis, 16 Juli 2026, di empat lembaga pendidikan lintas sektor. Sekolah tersebut meliputi SMK Kartini Jember, SMA Negeri 2 Tanggul, Pondok Pesantren Madinatul Ulum, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember.

Tingginya antusiasme dunia pendidikan terlihat dari total peserta yang mencapai 1.032 orang. Rinciannya terdiri atas 200 siswa SMK Kartini Jember, 360 siswa SMA Negeri 2 Tanggul, 250 santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum, serta 222 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember.

Program strategis ini berjalan atas permohonan resmi dari masing-masing lembaga pendidikan. Hal ini menandakan meningkatnya kesadaran pihak sekolah akan pentingnya pembekalan mitigasi sebagai modal awal sebelum memulai proses belajar mengajar.

"Pengenalan kesiapsiagaan bencana sejak hari pertama sekolah adalah investasi penting untuk membangun generasi tangguh. Sekolah bukan hanya tempat menyerap ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang siap melindungi diri saat darurat," ujar Venny Nur Farida, S.T., salah satu pemateri dari BPBD Jember.

Venny menambahkan, pengetahuan sederhana mengenai langkah penyelamatan diri sering kali menjadi faktor penentu dalam meminimalkan risiko korban jiwa saat bencana terjadi.

Dalam edukasi interaktif ini, para siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan simulasi. Materi yang diberikan mencakup pengenalan dasar kebencanaan, potensi ancaman di wilayah Jember, langkah penyelamatan diri saat gempa bumi, cara menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB), hingga penerapan budaya aman di lingkungan sekolah.

Agenda sosialisasi maraton ini dimulai sejak pagi hari, tepat pukul 07.30 WIB di SMK Kartini Jember dengan pemaparan materi oleh Venny Nur Farida, S.T. bersama Farikha Mualida Nafi Arti, S.T. Estafet edukasi kemudian berlanjut pada pukul 09.00 WIB di SMA Negeri 2 Tanggul yang dipandu langsung oleh Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo.

Memasuki pukul 10.00 WIB, giliran santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum yang mendapatkan pembekalan dari duet narasumber Nanang Ahmad Fauzi, S.Si. dan M. Faris Fadhil, S.Tr. Rangkaian kegiatan hari itu akhirnya ditutup secara apik pada pukul 13.00 WIB di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember, yang kembali dipandu oleh Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo. Seluruh sesi berjalan tertib, aman, dan interaktif hingga selesai.

Melalui aksi nyata ini, BPBD Kabupaten Jember berharap seluruh peserta didik mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menularkan perilaku siaga bencana ke lingkungan keluarga.

Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari kolaborasi solid antara BPBD, satuan pendidikan, pondok pesantren, serta mahasiswa magang FKIP Universitas Jember. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan pendidikan di Jember yang semakin aman, nyaman, dan tangguh bencana. (bob)

Galeri Foto