logo ppid jember kim
Oleh : Inspektorat

Asesmen SPIP Bahas Manajemen Risiko Tingkat Kecamatan

  • 02 Juli 2026
  • Dibaca 36 Kali
Bagikan Via:
asesmen-spip-bahas-manajemen-risiko-tingkat-kecamatan-20260706

Asesmen SPIP Bahas Manajemen Risiko Tingkat Kecamatan

JEMBER 2 JULI 2026, – Inspektorat Kabupaten Jember kembali melanjutkan rangkaian Asesmen Penjaminan Kualitas Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tahun 2026 pada Rabu, 1 Juli 2026 yang betepatan diruang aula barat kantor Pemerintah Kabupaten Jember. Memasuki hari ketiga pelaksanaan, asesmen difokuskan pada pendalaman implementasi Manajemen Risiko dan penyusunan Risk Register sebagai bagian penting dalam penilaian maturitas SPIP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.

Kegiatan ini merupakan tahapan penjaminan kualitas atas hasil penilaian mandiri yang telah dilaksanakan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada hari ketiga, Tim Penjaminan Kualitas Inspektorat Kabupaten Jember melakukan verifikasi terhadap dokumen manajemen risiko yang disusun oleh masing-masing perangkat daerah, sekaligus memastikan kesesuaian antara risiko yang telah diidentifikasi dengan strategi pengendalian yang diterapkan.

Dalam proses asesmen, setiap OPD diminta memaparkan penerapan manajemen risiko yang telah dilaksanakan, mulai dari proses identifikasi risiko, analisis tingkat risiko, penetapan langkah mitigasi, hingga penyusunan risk register sebagai dokumen utama dalam pengelolaan risiko organisasi. Tim asesor kemudian melakukan penelaahan terhadap eviden yang disampaikan serta memberikan masukan untuk penyempurnaan dokumen agar selaras dengan ketentuan penerapan SPIP Terintegrasi.

Pembahasan mengenai risk register menjadi salah satu fokus utama karena dokumen tersebut merupakan instrumen penting dalam menggambarkan risiko-risiko strategis yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan organisasi. Melalui penyusunan risk register yang komprehensif, setiap perangkat daerah diharapkan mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini, menentukan langkah pengendalian yang tepat, serta memantau efektivitas pelaksanaannya secara berkelanjutan.

Selain sebagai bagian dari proses penilaian maturitas SPIP, asesmen ini juga menjadi forum diskusi antara Tim Penjaminan Kualitas dengan perangkat daerah untuk menyamakan persepsi mengenai implementasi manajemen risiko. Berbagai masukan diberikan agar pengelolaan risiko tidak hanya menjadi pemenuhan dokumen administratif, tetapi benar-benar diterapkan sebagai budaya kerja dalam mendukung tercapainya sasaran organisasi.

Koordinator pelaksana kegiatan, Kukuh Ardhiyanto Mi'rad, SKM., M.Kes, mengatakan bahwa penerapan manajemen risiko yang baik merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.

"Pada hari ketiga asesmen ini, kami memberikan perhatian khusus terhadap implementasi manajemen risiko dan penyusunan risk register di setiap perangkat daerah. Kami ingin memastikan bahwa risiko-risiko yang telah diidentifikasi benar-benar relevan dengan tujuan organisasi serta memiliki langkah mitigasi yang jelas. Dengan demikian, manajemen risiko tidak hanya menjadi dokumen pendukung penilaian, tetapi menjadi instrumen yang digunakan secara nyata dalam pengambilan keputusan dan peningkatan kinerja organisasi," ujar Kukuh.

Melalui pelaksanaan asesmen yang berfokus pada manajemen risiko dan risk register, Inspektorat Kabupaten Jember berharap seluruh perangkat daerah semakin memahami pentingnya pengelolaan risiko sebagai bagian integral dari penyelenggaraan pemerintahan. Hasil penjaminan kualitas ini nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan implementasi SPIP Terintegrasi, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, adaptif, transparan, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam pencapaian tujuan pembangunan daerah. (ily)

Galeri Foto