logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Atasi Bau Peternakan Puyuh dan Pacu Populasi Ternak, DKPPP Jember Turun Tangan di Dua Kecamatan

  • 23 Juli 2026
  • Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
atasi-bau-peternakan-puyuh-dan-pacu-populasi-ternak-dkppp-jember-turun-tangan-di-dua-kecamatan-20260724

Atasi Bau Peternakan Puyuh dan Pacu Populasi Ternak, DKPPP Jember Turun Tangan di Dua Kecamatan

JEMBER, 23 JULI 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember bergerak cepat merespon pengaduan masyarakat terkait dampak lingkungan usaha peternakan puyuh di wilayah perbatasan Kecamatan Mumbulsari dan Tempurejo, Rabu 22 Juli 2026. Langkah penanganan ini dilakukan beriringan dengan sosialisasi program unggulan Inseminasi Buatan (IB) Domba Gratis Tahun 2026.

Kegiatan penyelesaian aduan diawali dengan koordinasi bersama jajaran Kecamatan Mumbulsari dan Tempurejo, Satpol PP, serta tim teknis Puskeswan Jenggawah dan Tempurejo. Usai koordinasi, tim gabungan langsung melakukan verifikasi lapangan ke peternakan puyuh milik Bu Dewi dan Pak Ujang di Desa Tamansari, Kecamatan Mumbulsari.

Dari hasil pendataan, peternakan tersebut memiliki delapan kandang tipe terbuka (open house) dengan total populasi mencapai 30.000 ekor puyuh. Sebanyak 4.000 ekor di antaranya dijalankan dengan sistem kemitraan bersama MDS Quail, sedangkan sisanya dikelola secara mandiri.

Kendati pengangkutan limbah telah dilakukan setiap hari menggunakan kendaraan pick-up, warga di sekitar lokasi masih mengeluhkan bau tidak sedap yang menyengat. Jarak kandang yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari pemukiman 15 kepala keluarga (KK) menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai isu krusial yang harus segera diselesaikan.

Selain masalah bau, tim teknis menemukan bahwa penerapan biosekuriti (biosecurity) serta program vaksinasi di peternakan tersebut belum berjalan optimal. Oleh karena itu, DKPPP mendesak pemilik usaha untuk memutus rantai penyebaran penyakit dan menekan aroma tidak sedap melalui sterilisasi kandang secara berkala menggunakan disinfektan.

Guna meminimalisasi potensi konflik sosial, DKPPP Jember memberikan sejumlah rekomendasi teknis yang wajib dipenuhi pemilik usaha. Di antaranya meliputi pemenuhan kelengkapan perizinan, peningkatan biosekuriti, serta penggunaan sekam padi bakar sebagai media penyerap kelembapan dan bau di area kandang. Sebagai bentuk dukungan awal, petugas juga menyerahkan bantuan pengurai limbah (Stardec).

Pemilik usaha disepakati untuk segera melakukan perbaikan manajemen lingkungan, menjalankan komitmen dengan warga sekitar, serta membangun komunikasi yang harmonis. DKPPP menegaskan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkala.

Pada hari yang sama, DKPPP Jember turut menggelar koordinasi dan sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Program Inseminasi Buatan (IB) Domba Gratis Tahun 2026 di Puskeswan Jenggawah. Agenda ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh petugas pelaksana agar pelayanan pembiakan ternak di lapangan berjalan sesuai standar.

Dalam agenda tersebut, para petugas menyusun strategi edukasi kepada para peternak lokal. Edukasi mencakup teknik deteksi masa birahi ternak, persiapan indukan, hingga tahapan pelaksanaan IB guna meningkatkan angka keberhasilan kelahiran domba.

Perwakilan DKPPP Kabupaten Jember, Ir. Purwoto, S.Pt., menegaskan bahwa pembinaan dan pendampingan berkelanjutan merupakan kunci utama menciptakan ekosistem peternakan yang sehat, produktif, dan ramah lingkungan.

“Melalui pembinaan berkesinambungan, kami berharap setiap pelaku usaha dapat menerapkan tata kelola yang baik, menjaga kelestarian lingkungan, serta mensukseskan Program IB Domba Gratis 2026 demi mendongkrak populasi dan produktivitas ternak di Kabupaten Jember,” ujar Purwoto. (div)

Galeri Foto