Ratusan Pelajar di Pakusari Ikuti Sosialisasi Tanggap Bencana, BPBD Jember Perkuat Budaya Sadar Bencana Sejak Dini
- 20 Juli 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
Ratusan Pelajar di Pakusari Ikuti Sosialisasi Tanggap Bencana, BPBD Jember Perkuat Budaya Sadar Bencana Sejak Dini
JEMBER, 20 JULI 2026 – Upaya membangun generasi yang tangguh terhadap bencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember. Melalui kegiatan sosialisasi tanggap bencana yang digelar dalam rangkaian Apel Siswa Program Bunga Desaku, sebanyak sekitar 809 pelajar dari enam sekolah tingkat SMP di Kecamatan Pakusari mendapatkan edukasi kesiapsiagaan bencana di SMP Negeri 1 Pakusari, Senin 20 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan hasil rapat koordinasi Program Bunga Desaku melalui Surat Pemerintah Kecamatan Pakusari tentang undangan kegiatan, serta tindak lanjut perintah Kepala BPBD Kabupaten Jember. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya pelajar, terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Jember.
Sejumlah instansi dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, TP3D, Puskesmas Pakusari, Duta Genre, akademisi Politeknik, serta perwakilan sekolah peserta. Adapun sekolah yang mengikuti kegiatan meliputi SMPN 1 Pakusari, SMP Islam Bustanul Ulum, SMPS Nidhomiyyah, SMP Islam Al-Multazam, SMPI Miftahul Hasan, dan SMPS Shofa Marwa.
Kegiatan dimulai sejak pagi dengan keberangkatan tim BPBD menuju lokasi pada pukul 08.30 WIB. Sosialisasi secara resmi dibuka pukul 10.00 WIB oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M. Selanjutnya, materi "Siap Siaga Bencana" disampaikan oleh Farikha Mualida Nafi Arti, S.T. bersama Muhammad Rizal Purnama.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pengetahuan dasar mengenai kebencanaan, jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Jember, hingga langkah-langkah kesiapsiagaan yang perlu dilakukan sebelum bencana terjadi. Para pelajar juga dikenalkan dengan konsep Tas Siaga Bencana yang berisi perlengkapan penting untuk menghadapi kondisi darurat.
Tidak hanya teori, BPBD juga mengajak peserta melakukan simulasi sederhana penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi melalui metode Drop, Cover, and Hold On. Simulasi tersebut dilakukan agar siswa memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat sehingga risiko korban dapat diminimalkan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa edukasi kebencanaan perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar budaya sadar bencana dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Anak-anak merupakan kelompok yang sangat penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Melalui edukasi dan latihan sederhana, mereka tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan di lingkungan keluarga maupun sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri Farikha Mualida Nafi Arti, S.T., menilai antusiasme peserta menjadi modal penting dalam menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi risiko bencana. Menurutnya, pemahaman mengenai langkah penyelamatan diri harus terus dilatih agar menjadi kebiasaan.
“Kesadaran bencana tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dipraktikkan. Dengan memahami cara berlindung yang benar dan menyiapkan kebutuhan darurat sejak dini, risiko saat terjadi bencana dapat ditekan,” katanya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Tingginya partisipasi siswa menunjukkan besarnya perhatian generasi muda terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jember berharap pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah, semakin meningkat sehingga tercipta sekolah yang lebih tangguh terhadap bencana. Selain itu, kegiatan tersebut juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun budaya sadar bencana di Kabupaten Jember. (bob)