logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Atasi Kebakaran Lahan 2,5 Hektare di Dekat SMA Muhammadiyah 3, Kelurahan Tegalgede Koordinasi dengan BPBD

  • 04 September 2026
  • Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
atasi-kebakaran-lahan-25-hektare-di-dekat-sma-muhammadiyah-3-kelurahan-tegalgede-koordinasi-dengan-bpbd-20260904

Atasi Kebakaran Lahan 2,5 Hektare di Dekat SMA Muhammadiyah 3, Kelurahan Tegalgede Koordinasi dengan BPBD

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Kebakaran lahan seluas sekitar 2,5 hektare di belakang SMA Muhammadiyah 3 Jember, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kamis, 03 September 2026, sempat mengancam aktivitas belajar mengajar. Asap dari lahan yang terbakar bahkan masuk ke ruang kelas. Respons cepat Kelurahan Tegalgede bersama unsur terkait berhasil mencegah api merembet ke kawasan sekolah.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui karyawan SMA Muhammadiyah 3 Jember. Melihat api mulai membakar lahan di belakang sekolah, pihak sekolah segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kelurahan Tegalgede.

Mendapat laporan itu, Kelurahan Tegalgede langsung merespons dengan menerjunkan Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST, MM, bersama sekretaris kelurahan (sekel) dan sejumlah staf ke lokasi. Kelurahan kemudian meneruskan laporan kepada BPBD Jember sekaligus melakukan koordinasi dengan unsur keamanan untuk mempercepat penanganan.

“Begitu menerima laporan dari pihak sekolah, kami langsung merespons dan turun ke lokasi. Kami berkoordinasi dengan BPBD serta unsur keamanan agar kebakaran bisa segera ditangani dan tidak merembet ke lingkungan sekolah,” ujar Shierley.

Di lokasi, unsur Kelurahan Tegalgede turut berkoordinasi dengan pihak Kodim dan Polsek Sumbersari. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan berlangsung cepat sekaligus mengantisipasi kemungkinan api meluas ke area sekolah.

Lahan yang terbakar merupakan area milik PUPR. Tanaman bambu, daun kering, dan ilalang yang mendominasi lahan membuat api berpotensi cepat menjalar. Kondisi angin dan vegetasi yang kering turut meningkatkan risiko kebakaran meluas.

Jarak titik kebakaran dengan SMA Muhammadiyah 3 Jember hanya sekitar 15 meter. Sekitar pukul 14.30 WIB, asap bahkan mulai masuk ke ruang kelas ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 14.20 WIB dan tiba lima menit kemudian. Pemadaman dilakukan bersama Koramil, Polsek, Satpol PP, Damkar, MDMC, pihak sekolah, masyarakat, serta unsur Kelurahan Tegalgede.

Petugas menggunakan tangki pemadam milik Damkar dan BPBD untuk menjinakkan kobaran api. Sejumlah titik api yang berada di area lahan juga dikendalikan menggunakan gepyok.

Anggota TRC BPBD Jember, M. Zaenudin Permana, mengatakan kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi.

“Kondisi lahan yang kering ditambah angin membuat api cepat berpotensi meluas. Lokasinya juga cukup dekat dengan sekolah sehingga perlu segera dilakukan penanganan,” ujar Zaenudin.

Sekitar pukul 15.45 WIB, api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas kemudian melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Shierley menegaskan, kondisi lahan yang kering pada musim kemarau membutuhkan kewaspadaan bersama. Terlebih, lokasi kebakaran berbatasan langsung dengan fasilitas pendidikan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di sekitar lahan yang banyak vegetasi kering. Kami juga berharap lingkungan yang berbatasan dengan fasilitas umum tetap dijaga dan material kering dibersihkan untuk mengurangi risiko kebakaran,” katanya.

Pihak sekolah menyebut kejadian serupa pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Saat musim kemarau, pembakaran sampah di sekitar lokasi disebut berpotensi memicu api merembet ke tanaman bambu.

Penanganan kebakaran kali ini sempat terkendala kondisi lahan yang curam dan licin. Meski demikian, berkat koordinasi lintas unsur, kebakaran berhasil dikendalikan sebelum merembet ke lingkungan SMA Muhammadiyah 3 Jember.

Kondisi lokasi pada Kamis sore dinyatakan aman dan terkendali. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. (sar)

Galeri Foto