logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg Meski Stok Ditambah, Pemkab Jember Gelar Monev

  • 20 April 2026
  • Dibaca 221 Kali
Bagikan Via:
atasi-kelangkaan-lpg-3-kg-meski-stok-ditambah-pemkab-jember-gelar-monev-20260420

Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg Meski Stok Ditambah, Pemkab Jember Gelar Monev

JEMBER, 20 APRIL 2026 - Menyikapi maraknya aduan di kanal Wadul Guse, terkait kelangkaan LPG 3 kg, padahal Pemkab dan pihak Pertamina sudah melakukan penambahan stok LPG 3 kg.

Untuk menyikapi hal tersebut, Senin 20 April 2026, Tim Pemkab Jember yang dipimpin oleh Ratno Sambodo, S.H., M.H., selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, menggelar rapat untuk melakukan Monev (Monitoring dan Evaluasi) bersama tim dari Propinsi dan Pertamina di Aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan, Jember.

"Pertemuan ini, untuk menyikapi kelangkaan LPG 3 kg, dimana kami melalui kanal Wadul Gus e, setiap hari menerima pengaduan dari masyarakat, atas kelangkaan gas LPG 3 kg, padahal kami, Pemkab Jember bersama Pertamina, sudah menambah pasokan, sehingga kami menilai perlu ada Distorsi untuk menyikapi kelangkaan tersebut," ujar Ratno.

Dari aduan yang masuk ke kanal Wadul Gus'e, harga eceran LPG 3 kg saat ini, sudah melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditentukan oleh pihak Pertamina, dimana harga di pangkalan sebesar Rp. 18 ribu, di agen atau di toko Rp. 22 ribu.

"Faktanya, banyak yang mengadu, kalau di pengecer atau toko, harga jual gas LPG 3 kg, saat ini ada yang Rp. 25 ribu, oleh karenanya, kami sarankan masyarakat untuk membeli di pangkalan, agar mendapatkan harga yang sesuai," urainya.

Ratno menjelaskan, pihaknya melibatkan Diskopumdag, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) dan Satpol PP, bersama dengan Tim dari Propinsi dan Pertamina, melakukan Monev, sekaligus sidak ke sejumlah pangkalan, agen dan juga penguna LPG 3 kg, dari kelompok UMKM.

"Dalam sidak nanti, kami akan melakukan evaluasi, apakah penyaluran LPG subsidi sudah sesuai, misal ada restoran atau usaha kuliner kategori besar menggunakan LPG 3 kg, tentu ini akan ada tindakan," jelasnya.

Sartini, Kepala Diskopumdag Pemkab Jember, pada tempat yang sama menyatakan, bahwa pihak Diskopumdag akan memberikan data terkait UMKM, sedangkan keterlibatan Disporabudpar, terkait dengan data Hotel, Restoran dan usaha Kuliner.

"Karena beberapa restoran, kita ketahui pertumbuhannya sangat rendah, dan kalah dengan warung atau usaha Kuliner, dimana banyak usaha kuliner bukan kategori restoran, yang omzetnya cukup besar, bahkan setahun ada yang mencapai 2 Milyar, tentu nanti disini akan disesuaikan penggunaan LPG 3 kg nya," ujar Sartini. (al)

Galeri Foto