logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Atasi Kemiskinan Ekstrem di Jember, Bupati Ajak Semua Pihak Bersinergi

  • 14 April 2026
  • Dibaca 245 Kali
Bagikan Via:
atasi-kemiskinan-ekstrem-di-jember-bupati-ajak-semua-pihak-bersinergi-20260414

Atasi Kemiskinan Ekstrem di Jember, Bupati Ajak Semua Pihak Bersinergi

JEMBER, 14 APRIL 2026 - Kemiskinan Ekstrem di Jember, masih cukup tinggi di Jawa Timur, terutama mereka yang tinggal di sekitar perkebunan, hutan dan juga pantai. Untuk mengatasi hal tersebut, bukan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten semata, tapi seluruh stakeholder pemangku kebijakan, mulai dari hulu dan hilir.

Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Bidang Kelembagaan Ekonomi Syariah, Universitas Jember, Prof. Dr. Ahmad Zaenuri, S.E., M.Si, usai menjadi narasumber di acara KOMPASCOMTALKS yang digelar oleh Kompas.com di Aula Sudjarwo, Universitas Jember, dengan Tema "Wajah Kemiskinan Ekstrem di Lahan Produktif, Tanggung Jawab Siapa?".

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., Wawan Tri Wibowo dari Perum Perhutani Jatim, Benny Hendricianto, S.P., M.M., Koordinator Manajer Kebun PTPN Jember Regional 1, Ghilman Afifudin, Kepala ATT/BPN Jember, dan Ardi Pujo Prabowo selaku Ketua Komisi C DPRD Jember dengan moderator Amir Sadikin, Pemimpin Redaksi Kompas.com pada Senin, 13 April 2026.

"Dari paparan diskusi tadi, kami melihat semua pihak, baik dari Pemkab, Perhutani, PTPN dan ATR/BPN, memiliki visi dan misi yang sama dalam mengatasi kemiskinan Ekstrem di Jember. Hanya saja, saat ini, mereka masih berjalan sendiri-sendiri," ujar Ahmad Zaenuri.

Menurut Ahmad Zaenuri, pihak-pihak tersebut, harus berjalan beriringan dengan menyatukan data jumlah masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrim, sehingga tujuan dari pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrim berjalan dengan maksimal.

"Kita semua tahu, ada puluhan ribu masyarakat Jember masuk dalam kemiskinan ekstrim, baik desil 1 (kelompok 10% rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah secara nasional, yang masuk dalam kategori miskin ekstrim atau sangat miskin), maupun desil 2 (tingkat kesejahteraannya dibawah 20%), dan di masing -masing stakeholder tersebut, sudah ada program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan dari pusat, kalau ini berjalan beriringan, maka kemiskinan ekstrim akan teratasi," jelasnya.

Selain itu, untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrim, tidak cukup diatasi dengan pola jangka pendek, dalam hal ini tidak hanya dengan memberikan bantuan sosial saja, lebih dari itu, harus di road map dengan memberikan bantuan produktif, seperti memanfaatkan lahan tidur yang ada di hutan, kebun, maupun di pesisir.

Sementara Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa andai setiap warga masuk kategori miskin ekstrim mendapat jatah atau hak mengelola 1 hektar lahan produktif, maka Insya Allah kemiskinan ekstrim bisa teratasi.

"Untuk mengatasi kemiskinan ekstrim di Jember, kami memiliki tiga program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, jangka pendeknya, kami memberikan bantuan sosial, jangka menengahnya, kalau 1 keluarga miskin ekstrim diberi hak mengelola lahan produktif 1 hektar, pemerintah memberikan bibit pertanian, maka dalam 1 atau 2 tahun, mereka akan lepas dari kemiskinan ekstrim, tentunya ini juga akan berdampak pada jangka panjang," ujar Bupati.

Bupati juga menyatakan, bahwa saat ini, Kementerian Kehutanan juga memiliki program Hutan Sosial, untuk di Jember sendiri ada 38 hektar lebih lahan yang disiapkan, kalau ini diberikan kepada mereka yang berhak dan tepat sasaran, maka akan mengurangi angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Jember.

"Pada program Hutan Sosial, ada 38 hektar lebih lahan produktif yang sudah disiapkan, sejauh ini, kami belum mengetahui secara detail nama-nama penerimanya, kalau ini nanti diberikan kepada warga yang berhak dan tepat sasaran, maka kemiskinan ekstrim di Jember bisa teratasi, belum lagi dari perkebunan dan pesisir," jelasnya.

Acara KOMPASCOMTALKS ini juga dihadiri oleh perwakilan jajaran Forkopimda, Rektor Universitas Jember dan ratusan mahasiswa, serta sejumlah Kepala (OPD) di Lingkungan Pemkab Jember. (al)

Galeri Foto