logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Edamame Jumerto Jadi Bahan Belajar Mahasiswa KKN Kolaboratif Jember

  • 13 Agustus 2026
  • Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
edamame-jumerto-jadi-bahan-belajar-mahasiswa-kkn-kolaboratif-jember-20260814

Edamame Jumerto Jadi Bahan Belajar Mahasiswa KKN Kolaboratif Jember

JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Hamparan persawahan di Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, Jember, menjadi ruang belajar bagi mahasiswa KKN Kolaboratif Jember #5. Mahasiswa turun langsung mengamati aktivitas pertanian sekaligus menggali pengetahuan dari petani mengenai budidaya edamame.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu 12 Agustus 2026. Mahasiswa menyusuri area persawahan untuk melihat kondisi tanaman dan berdialog dengan petani. Pengamatan tersebut dilakukan untuk mengenali lebih dekat potensi pertanian yang berkembang di tengah masyarakat Jumerto.

Salah seorang mahasiswa, Erika Wahyu May Nanda, berkesempatan berdiskusi dengan Kartipa, petani yang membudidayakan edamame. Dari percakapan tersebut, mahasiswa mendapat gambaran mengenai proses perawatan tanaman hingga memasuki masa panen.

Kartipa mengatakan, edamame membutuhkan waktu sekitar dua bulan 10 hari sebelum dapat dipanen. Selama masa pertumbuhan, tanaman harus mendapatkan perawatan secara berkala. Salah satunya melalui penyemprotan pestisida sekitar dua kali dalam sepekan, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi tanaman.

“Edamame biasanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan 10 hari sampai panen. Perawatannya dilakukan secara berkala, termasuk penyemprotan yang disesuaikan dengan kondisi tanaman,” ujar Kartipa, Rabu (12/8/2026).

Tak hanya edamame, kawasan persawahan Jumerto juga ditanami sejumlah komoditas lain. Di antaranya pepaya, padi, dan jagung. Namun, saat mahasiswa melakukan pengamatan, aktivitas budidaya yang terlihat paling menonjol adalah tanaman edamame.

Bagi mahasiswa KKN, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat tanaman dari dekat. Interaksi dengan petani menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan praktis yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah.

Informasi mengenai usia tanaman, pola perawatan hingga masa panen memberikan gambaran nyata tentang proses budidaya yang dijalankan petani. Mahasiswa juga bisa melihat secara langsung tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengelola sektor pertanian.

Lurah Jumerto Nurie Hadiyatie, S.E., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pengamatan lapangan dapat memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus membantu mereka memahami potensi yang dimiliki wilayah Jumerto.

“Kami mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN yang turun langsung ke lapangan. Mereka bisa mengenal potensi pertanian sekaligus berinteraksi dengan masyarakat,” kata Nurie.

Dia berharap kegiatan KKN tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja. Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi lokal dan memberikan manfaat bagi masyarakat selama berada di Kelurahan Jumerto.

“Semoga kegiatan mahasiswa terus memberikan manfaat dan mendorong mereka semakin mengenal berbagai potensi lokal yang ada di Jumerto,” pungkasnya.

Pengamatan budidaya edamame tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa KKN Kolaboratif Jember #5. Dari persawahan Jumerto, mahasiswa tidak hanya mengenal komoditas pertanian, tetapi juga belajar memahami kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung. (rus)

Galeri Foto