Skrining Pendengaran Peringati World Hearing Day 2026 di SMPN 1 Panti, 100 Siswa Ikuti Deteksi Dini
- 17 April 2026
- Dibaca 183 Kali
Bagikan Via:
Skrining Pendengaran Peringati World Hearing Day 2026 di SMPN 1 Panti, 100 Siswa Ikuti Deteksi Dini
JEMBER, 17 APRIL 2026 – Dalam rangka memperingati , kegiatan skrining pendengaran digelar di pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa sebagai upaya deteksi dini gangguan pendengaran pada anak usia sekolah.
Kegiatan skrining ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Jawa Timur Selatan (PERHATI KL Jawa Timur Selatan) dengan melibatkan Dinas Kesehatan, serta dihadiri oleh perwakilan dari UPTD Puskesmas Panti untuk mendukung kelancaran kegiatan
Rangkaian kegiatan meliputi skrining pendengaran, penyuluhan, serta edukasi kesehatan telinga. Para siswa tidak hanya menjalani pemeriksaan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan pendengaran sejak dini, termasuk dampak buruk paparan suara bising dan penggunaan earphone secara berlebihan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah mendeteksi secara dini gangguan pendengaran pada anak-anak usia sekolah agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Dengan demikian, gangguan pendengaran tidak menghambat proses belajar siswa di lingkungan sekolah.
Perwakilan PERHATI KL wilayah Jawa Timur Selatan bagian Timur, dr Bambang Indra, menegaskan bahwa pendengaran memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Untuk mencapai generasi emas tahun 2045 nanti, kita perlu SDM unggul. SDM unggul akan kita dapatkan dari anak-anak yang bisa belajar dengan baik. Belajar dengan baik salah satu syaratnya adalah bisa mendengar dengan baik. Maka dengan mendengar, anak-anak bisa konsentrasi dengan baik,” ujarnya.
Hasil skrining ini akan ditindaklanjuti oleh tim medis. Jika ditemukan siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihak penyelenggara akan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk dilakukan tindakan sesuai kebutuhan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya kesehatan pendengaran semakin meningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. (fam)