Awali MPLS, Santri Yasinat Dapat Bekal Cegah Perkawinan Usia Anak
- 14 Juli 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Awali MPLS, Santri Yasinat Dapat Bekal Cegah Perkawinan Usia Anak
JEMBER, 14 JULI 2026– Ratusan santri MTs dan SMK Pondok Pesantren Yasinat, Kecamatan Wuluhan, mendapat pembekalan mengenai pencegahan perkawinan usia anak, kesehatan reproduksi remaja, dan bahaya stunting melalui program Sinergi Muspika Plus Bersama Guru Bimbingan Konseling untuk Generasi Emas (Simbak Gemas), Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Program Simbak Gemas merupakan inovasi Pemerintah Kecamatan Wuluhan yang diinisiasi Camat Wuluhan sebagai bentuk dukungan terhadap misi Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam menekan angka stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB). Edukasi kepada remaja dinilai penting karena kehamilan pada usia yang belum matang menjadi salah satu faktor risiko yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan bayi.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan unsur lintas sektor, yakni UPT Puskesmas Wuluhan, Balai KB Kecamatan Wuluhan, Kantor Urusan Agama (KUA) Wuluhan, Polsek Wuluhan, dan Koramil Wuluhan. Seluruh pemateri menyampaikan materi secara paralel di ruangan yang berbeda agar dapat menjangkau seluruh peserta MPLS sesuai jenjang pendidikan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kasi PMKS Kecamatan Wuluhan Heryani, S.E. yang mewakili Camat Wuluhan, Bhabinkamtibmas Polsek Wuluhan, anggota Koramil Wuluhan, petugas UPT Puskesmas Wuluhan, penyuluh Balai KB, petugas KUA Wuluhan, serta dewan guru Pondok Pesantren Yasinat.
Mewakili Camat Wuluhan, Heryani mengatakan bahwa pembekalan kepada remaja merupakan langkah preventif untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menghindari perilaku berisiko, dan mempersiapkan masa depan secara matang.
"Melalui Simbak Gemas, kami ingin para pelajar memperoleh pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi, pergaulan yang sehat, serta pentingnya merencanakan masa depan. Pencegahan harus dimulai sejak usia sekolah agar mereka mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab," ujarnya.
Pada sesi pertama, pemateri dari Polsek Wuluhan, Edi Siswanto, menyampaikan materi mengenai kenakalan remaja. Ia mengingatkan para santri agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun ajakan yang dapat merugikan diri sendiri.
"Jangan mudah tergoda untuk mencoba hal-hal yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, tawuran, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya. Masa sekolah adalah kesempatan terbaik untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih cita-cita," katanya.
Selanjutnya, Kepala UPT Puskesmas Wuluhan, Ns. Andi Sukismanto, S.Kep, memberikan materi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Ia menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi sesuai anjuran tenaga kesehatan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak usia remaja.
Menurut Andi, para pelajar juga perlu memahami bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi. Kehamilan pada usia yang terlalu muda berisiko menimbulkan berbagai komplikasi pada ibu maupun bayi, termasuk meningkatkan risiko stunting.
"Selama masih menempuh pendidikan, fokuslah belajar dan mengembangkan potensi diri. Hindari pergaulan yang berisiko dan pahami bahwa membangun keluarga memerlukan kesiapan yang matang. Dengan begitu, kita dapat mencegah berbagai persoalan kesehatan yang dapat berdampak pada ibu dan anak," jelasnya.
Selain itu, KUA Wuluhan turut memberikan materi mengenai pendewasaan usia perkawinan, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pentingnya membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kecamatan Wuluhan berharap para remaja memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi, mampu menghindari perilaku berisiko, serta menunda pernikahan hingga usia yang matang. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan angka stunting, AKI, dan AKB sekaligus mewujudkan generasi muda Kabupaten Jember yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing. (riz)