logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Pakusari

Badan Sehat, Lingkungan Terawat: Puskesmas Pakusari Edukasi Pemilahan Sampah Organik Jadi Pupuk Bernilai Tambah

  • 20 Juni 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
badan-sehat-lingkungan-terawat-puskesmas-pakusari-edukasi-pemilahan-sampah-organik-jadi-pupuk-bernilai-tambah-20260620

Badan Sehat, Lingkungan Terawat: Puskesmas Pakusari Edukasi Pemilahan Sampah Organik Jadi Pupuk Bernilai Tambah

JEMBER, 20 JUNI 2026 - UPTD Puskesmas Pakusari mengintegrasikan kampanye kesehatan fisik dengan kelestarian lingkungan melalui pelatihan pemilahan sampah organik di Balai Desa Subo pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan yang diawali dengan senam kebugaran bersama seluruh perangkat desa se-Kecamatan Pakusari ini dilanjutkan dengan edukasi intensif mengenai cara mengolah limbah kulit polo pendem (umbi-umbian) menjadi campuran fermentasi Pupuk Organik Cair (POC) yang bernilai ekonomis.

Langkah ini diambil untuk mengubah paradigma masyarakat bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan melalui olahraga, tetapi juga dengan menjaga kebersihan lingkungan dari penumpukan sampah. Pasca-senam, petugas Puskesmas mendampingi para peserta untuk memilah limbah domestik yang dibawa, sekaligus mempraktikkan proses pengumpulan bahan organik yang steril agar siap masuk ke dalam tong fermentasi pupuk.

Kepala Puskesmas Pakusari, dr. Dian Alifiyatul Uliyah, menekankan bahwa kesehatan masyarakat sangat linier dengan bagaimana cara mereka mengelola lingkungan sekitar, termasuk dalam memperlakukan sampah rumah tangga.

"Sehat itu harus menyeluruh, baik raga maupun lingkungan tempat kita tinggal. Pasca kegiatan olahraga senam bersama ini, kami dari Puskesmas mendampingi masyarakat dan perangkat untuk memberikan edukasi serta pelatihan memilah limbah organik. Dengan mengumpulkan dan mengolah sampah organik secara benar menjadi pupuk cair, kita tidak hanya mengurangi risiko penyakit akibat penumpukan sampah, tapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi warga," jelas dr. Dian Alifiyatul Uliyah.

Pelatihan pemilahan ini berfokus pada pemanfaatan kulit polo pendem yang kaya akan nutrisi tanah. Melalui edukasi dari tim medis, para perangkat desa diajarkan bahwa limbah yang membusuk tanpa pengelolaan yang benar dapat menjadi sarang vektor penyakit seperti lalat dan tikus. Sebaliknya, jika dipilah dan difermentasi menjadi POC, limbah tersebut akan menjadi agen penyubur tanaman yang aman bagi ekosistem.

Edukasi kolaboratif antara sektor kesehatan dan pemerintahan desa ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan baru di tingkat rumah tangga. Dengan badan yang bugar pasca-olahraga dan pemahaman baru mengenai pengelolaan limbah, seluruh perangkat desa yang hadir diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di desa masing-masing untuk menularkan budaya pilah sampah demi mewujudkan Pakusari yang sehat dan mandiri pupuk. (zal)

Galeri Foto