Badan Sehat, Lingkungan Terawat: Puskesmas Pakusari Edukasi Pemilahan Sampah Organik Jadi Pupuk Bernilai Tambah
- 20 Juni 2026
- Dibaca 32 Kali
Bagikan Via:
Badan Sehat, Lingkungan Terawat: Puskesmas Pakusari Edukasi Pemilahan Sampah Organik Jadi Pupuk Bernilai Tambah
JEMBER, 20 JUNI 2026 - UPTD Puskesmas Pakusari mengintegrasikan kampanye kesehatan fisik dengan kelestarian lingkungan melalui pelatihan pemilahan sampah organik di Balai Desa Subo pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan yang diawali dengan senam kebugaran bersama seluruh perangkat desa se-Kecamatan Pakusari ini dilanjutkan dengan edukasi intensif mengenai cara mengolah limbah kulit polo pendem (umbi-umbian) menjadi campuran fermentasi Pupuk Organik Cair (POC) yang bernilai ekonomis.
Langkah ini diambil untuk mengubah paradigma masyarakat bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan melalui olahraga, tetapi juga dengan menjaga kebersihan lingkungan dari penumpukan sampah. Pasca-senam, petugas Puskesmas mendampingi para peserta untuk memilah limbah domestik yang dibawa, sekaligus mempraktikkan proses pengumpulan bahan organik yang steril agar siap masuk ke dalam tong fermentasi pupuk.
Kepala Puskesmas Pakusari, dr. Dian Alifiyatul Uliyah, menekankan bahwa kesehatan masyarakat sangat linier dengan bagaimana cara mereka mengelola lingkungan sekitar, termasuk dalam memperlakukan sampah rumah tangga.
"Sehat itu harus menyeluruh, baik raga maupun lingkungan tempat kita tinggal. Pasca kegiatan olahraga senam bersama ini, kami dari Puskesmas mendampingi masyarakat dan perangkat untuk memberikan edukasi serta pelatihan memilah limbah organik. Dengan mengumpulkan dan mengolah sampah organik secara benar menjadi pupuk cair, kita tidak hanya mengurangi risiko penyakit akibat penumpukan sampah, tapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi warga," sambung Dian Alifiyatul Uliyah.
Pendekatan komprehensif yang diusung oleh pihak Puskesmas ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Pakusari. Sekretaris Kecamatan Pakusari, Hari Sunarso, menilai kolaborasi lintas sektor ini sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif aparatur desa mengenai pentingnya sanitasi lingkungan.
"Kami di jajaran kecamatan sangat mengapresiasi pendekatan komprehensif yang dibawa oleh UPTD Puskesmas Pakusari. Mengaitkan kesehatan fisik pasca-senam dengan kesehatan lingkungan melalui pelatihan pemilahan sampah adalah langkah yang sangat tepat. Perangkat desa yang hadir hari ini harus menjadi contoh dan agen perubahan di wilayahnya masing-masing. Jika lingkungan bersih dari sampah dan limbahnya berhasil diolah menjadi POC yang produktif, maka derajat kesehatan masyarakat Pakusari otomatis akan meningkat," tegas Hari Sunarso.
Pelatihan pemilahan ini berfokus pada pemanfaatan kulit polo pendem yang kaya akan nutrisi tanah. Melalui edukasi dari tim medis, para perangkat desa diajarkan bahwa limbah yang membusuk tanpa pengelolaan yang benar dapat menjadi sarang vektor penyakit. Edukasi kolaboratif ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan baru di tingkat rumah tangga, di mana seluruh perangkat desa yang hadir diharapkan mampu menjadi agen perubahan untuk menularkan budaya pilah sampah demi mewujudkan Pakusari yang sehat dan mandiri pupuk. (zal)