logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Bakesbangpol Jember Kawal Aspirasi Petani, Mediasi Konflik Agraria Berlangsung Kondusif

  • 02 November 2026
  • Dibaca 32 Kali
Bagikan Via:
bakesbangpol-jember-kawal-aspirasi-petani-mediasi-konflik-agraria-berlangsung-kondusif-20261103

Bakesbangpol Jember Kawal Aspirasi Petani, Mediasi Konflik Agraria Berlangsung Kondusif

JEMBER, 02 NOVEMBER 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember turut memfasilitasi penyampaian aspirasi dan mediasi terkait konflik agraria yang melibatkan Serikat Tani Independen (Sekti) Jember di Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Senin 02 November 2026. Aksi yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.25 WIB tersebut diikuti sekitar 100 orang dengan koordinator lapangan Asiruddin, Ketua Sekti Jember.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan kepada Pemerintah Kabupaten Jember agar memberikan kejelasan atas berbagai persoalan konflik agraria, khususnya terkait penguasaan dan pengelolaan lahan oleh PTPN serta tindakan penertiban dan pembongkaran terhadap lahan yang selama ini diperjuangkan dan dimanfaatkan masyarakat.

Dalam aksinya, massa menyampaikan enam tuntutan utama. Di antaranya mendesak Bupati Jember memberikan tanggapan resmi terhadap persoalan konflik agraria, mengaktifkan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), membuka informasi mengenai status dan dasar penguasaan tanah negara yang dikelola PTPN, serta memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Massa juga meminta Bupati Jember selaku Ketua GTRA menerima perwakilan Sekti untuk berdialog langsung dan memberikan jawaban atas tuntutan yang disampaikan.

Sejak pukul 09.00 WIB, massa secara bertahap tiba di depan Kantor Pemkab Jember dengan membacakan sholawat Nabi dan membawa poster berisi aspirasi. Sekitar pukul 11.00 WIB, massa mulai menyampaikan orasi secara bergantian, menyoroti belum adanya kepastian penyelesaian konflik pertanahan yang dinilai telah berlangsung cukup lama.

Pada pukul 11.15 WIB, sebanyak 20 perwakilan massa melakukan audiensi di lobi bawah Kantor Pemkab Jember. Pertemuan tersebut diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jember Bobby Arie Sandy, S.STP., M.Si., bersama Kepala Bakesbangpol Jember Indra Tri Purnomo, S.STP., M.Si., Kasatpol PP Adi Wijaya, S.STP., M.Si., Kabag Ops Polres Jember Kompol Istono, S.H., M.M., serta Kasat Intelkam Polres Jember AKP Hari Subagyo, S.H.

Dalam audiensi, Asiruddin meminta pemerintah daerah meneruskan aspirasi petani kepada Bupati Jember agar menjadi perhatian dan bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penyelesaian konflik agraria.

Ia menegaskan bahwa perjuangan Sekti berorientasi pada pemenuhan hak masyarakat atas tanah, termasuk petani yang hingga kini belum memiliki akses terhadap lahan maupun tempat tinggal yang layak. Pihaknya berharap pemerintah bersikap bijaksana dan objektif serta tidak mengabaikan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Bobby Arie Sandy menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Jember belum dapat hadir dalam pertemuan tersebut lantaran memiliki agenda yang tidak dapat ditinggalkan.

“Seluruh aspirasi dan tuntutan yang disampaikan akan kami tampung dan teruskan kepada Bupati Jember sebagai bahan pertimbangan dan tindak lanjut. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait,” ujarnya.

Bobby menambahkan, kepastian jadwal pertemuan langsung dengan Bupati Jember belum dapat ditentukan. Ia berharap rencana workshop yang dijadwalkan pada 4 November 2026 di Gedung Jember Nusantara dapat menjadi ruang membangun kesamaan persepsi dan merumuskan solusi bersama.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember Indra Tri Purnomo, S.STP., M.Si., secara terpisah menyampaikan bahwa secara umum aksi unjuk rasa berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

“Penandatanganan berita acara hasil mediasi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan Sekti Jember menjadi bagian dari proses penyampaian aspirasi sekaligus upaya membangun komunikasi antara kedua belah pihak. Namun, persoalan konflik agraria yang menjadi pokok tuntutan masih memerlukan tindak lanjut, koordinasi, serta penyelesaian secara komprehensif dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Indra.

Pada pukul 14.02 WIB, dilakukan penandatanganan berita acara hasil mediasi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan Sekti Jember. Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari proses dokumentasi penyampaian aspirasi dan hasil pembahasan dalam audiensi.

Di sisi lain, pihak Kepolisian menegaskan komitmennya untuk bersikap netral dalam penanganan konflik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah potensi bentrokan antara masyarakat dan pihak PTPN. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila mengalami intimidasi atau ancaman agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 14.25 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bakesbangpol terus mendorong komunikasi dan koordinasi lintas sektor agar persoalan konflik agraria dapat ditangani secara objektif, transparan, dan berkeadilan, tanpa mengabaikan hak masyarakat maupun ketentuan hukum yang berlaku.(but)

Galeri Foto