Bakesbangpol Jember Matangkan Seleksi Paskibraka 2026, Tekankan Koordinasi dan Perbaikan Sistem Tes
- 01 April 2026
- Dibaca 371 Kali
Bagikan Via:
Bakesbangpol Jember Matangkan Seleksi Paskibraka 2026, Tekankan Koordinasi dan Perbaikan Sistem Tes
JEMBER, 1 APRIL 2026 - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember menggelar rapat persiapan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 pada Rabu, 1 April 2026. Rapat ini menjadi langkah awal dalam memastikan proses seleksi berjalan lebih optimal, transparan, dan mampu menjaring putra-putri terbaik daerah.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kantor Bakesbangpol tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan (IWK), Teguh. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa proses seleksi Paskibraka bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat nasionalisme tinggi.
“Seleksi Paskibraka adalah tanggung jawab besar kita bersama. Kita tidak hanya memilih peserta, tetapi juga membentuk calon pemimpin masa depan yang memiliki integritas dan kecintaan terhadap bangsa,” ujar Teguh.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk tim internal Bakesbangpol, perwakilan Purna Paskibraka Indonesia (PPI), serta unsur tenaga kesehatan. Forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terbuka guna mengevaluasi pelaksanaan seleksi tahun sebelumnya sekaligus merumuskan strategi perbaikan untuk tahun ini.
Dalam sesi pembahasan, peserta rapat diminta memberikan masukan terkait kendala yang pernah terjadi, serta memprediksi potensi hambatan yang mungkin muncul pada pelaksanaan seleksi mendatang. Beberapa persoalan yang mengemuka antara lain terkait teknis pelaksanaan tes dan sistem penilaian yang dinilai belum optimal.
Salah satu evaluasi penting disampaikan oleh Khalid, yang menyoroti pelaksanaan tes tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan tes kesehatan yang dilakukan secara bersamaan menimbulkan kendala, terutama karena nilai hasil tes tidak dapat langsung diketahui. Hal ini berdampak pada keterlambatan dalam proses seleksi tahap berikutnya.
Sebagai tindak lanjut, rapat menyepakati adanya perubahan mekanisme seleksi. Pada tahun 2026, tes TWK akan dilaksanakan secara terpisah pada 6 April 2026 di aula dinas. Sementara itu, tes Intelegensi Umum (TIU) akan dilaksanakan pada hari berikutnya dan digabungkan dengan tes kesehatan. Skema ini diharapkan dapat mempercepat proses penilaian serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan seleksi.
Selain itu, muncul usulan agar pelaksanaan tes TWK dibagi menjadi dua gelombang guna mengantisipasi jumlah peserta yang membludak. Usulan ini masih dalam tahap pengajuan dan akan dipertimbangkan lebih lanjut oleh panitia pelaksana.
Di bidang kesehatan, persiapan juga dilakukan secara matang. Tes kesehatan akan dilaksanakan bersamaan dengan TIU, dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Panitia menyiapkan dua unit alat ukur, masing-masing untuk peserta laki-laki dan perempuan, guna mempercepat proses pemeriksaan. Selain itu, dukungan tenaga medis dari puskesmas dan PPI juga telah disiapkan, termasuk satu unit ambulans sebagai langkah antisipasi keadaan darurat.
Peran Purna Paskibraka Indonesia (PPI) juga menjadi perhatian dalam rapat ini. PPI diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi terkait seleksi kepada calon peserta, sekaligus memberikan dukungan personel selama pelaksanaan kegiatan. Untuk itu, Bakesbangpol akan mengirimkan surat resmi sebagai bentuk permintaan dukungan.
Sementara itu, koordinasi internal menjadi salah satu fokus utama dalam rapat. Hafid yang ditunjuk sebagai penanggung jawab tim internal menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antarbidang. Ia mengingatkan agar seluruh tim dapat bekerja secara solid dan saling mendukung demi kelancaran kegiatan.
“Jangan sampai terjadi miss komunikasi. Semua harus menjadi satu kesatuan. Hal sekecil apa pun harus dikomunikasikan agar tidak menjadi kendala di lapangan,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan dalam forum bahwa evaluasi internal harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Setiap bidang diminta untuk proaktif dalam menyampaikan kebutuhan maupun kendala yang dihadapi, sehingga dapat segera ditangani secara bersama.
Dalam hal logistik, khususnya konsumsi, tanggung jawab diserahkan kepada Imam yang akan memastikan ketersediaan kebutuhan selama kegiatan berlangsung, termasuk penyediaan konsumsi ringan bagi panitia dan peserta.
Menutup rapat, seluruh peserta sepakat bahwa kunci keberhasilan pelaksanaan seleksi Paskibraka terletak pada koordinasi yang solid, komunikasi yang terbuka, serta kesiapan teknis yang matang. Dengan berbagai perbaikan yang telah dirumuskan, diharapkan seleksi Paskibraka Kabupaten Jember tahun 2026 dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui persiapan yang komprehensif ini, Bakesbangpol Jember optimistis mampu menjaring generasi muda terbaik yang tidak hanya unggul secara fisik dan intelektual, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat untuk mengemban tugas sebagai Paskibraka di tingkat kabupaten hingga nasional. (but)