logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Bakesbangpol Jember Monitoring Kesiapan Home Care di Sumberjambe

  • 19 Agustus 2026
  • Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
bakesbangpol-jember-monitoring-kesiapan-home-care-di-sumberjambe-20260819

Bakesbangpol Jember Monitoring Kesiapan Home Care di Sumberjambe

JEMBER, 19 AGUSTUS 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus mematangkan pelaksanaan program Home Care sebagai salah satu program andalan di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. atau Gus Fawait. Program tersebut dirancang sebagai pelayanan kesehatan jemput bola bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga miskin, penyandang disabilitas, serta lanjut usia (lansia) miskin.

Sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan optimal hingga tingkat kecamatan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember Lingga Diputra, S.Sos., bersama Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Jember Dwi Handarisasi, S.Psi., M.Si., melakukan monitoring dan evaluasi kesiapan pelaksanaan Home Care di Kecamatan Sumberjambe, Rabu 19 Agustus 2026.

Rombongan tiba di Kantor Kecamatan Sumberjambe sekitar pukul 10.00 WIB dan diterima langsung oleh Camat Sumberjambe Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si., serta Kepala Puskesmas Sumberjambe dr. Sukron Nanda Firmansyah. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan sumber daya, sarana prasarana, tenaga kesehatan, hingga dukungan lintas sektor dalam pelaksanaan Home Care.

Dalam monitoring tersebut, Bakesbangpol menggali berbagai informasi terkait kesiapan Puskesmas Sumberjambe dalam memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat sasaran. Selain itu, dibahas pula mekanisme koordinasi antara kecamatan, puskesmas, Dinas Sosial, serta unsur pendamping di lapangan.

Berdasarkan pemaparan Kepala Puskesmas Sumberjambe, sasaran program Home Care di wilayah Kecamatan Sumberjambe yang tersebar di sembilan desa cukup beragam. Terdapat 196 warga dengan penyakit kronis, termasuk empat orang yang masuk dalam data Dinas Sosial, 488 lansia tunggal, 227 ibu hamil risiko tinggi, 211 kasus stunting, 329 penyandang disabilitas, serta 32 pengasuh pondok pesantren.

Data tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam memastikan pelayanan Home Care benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Dengan pendekatan pelayanan jemput bola, warga yang memiliki keterbatasan akses diharapkan tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara layak dan berkesinambungan.

Dari sisi kesiapan sarana dan prasarana, Puskesmas Sumberjambe telah memiliki satu unit mobil Home Care beserta perlengkapannya. Ketersediaan tenaga kesehatan dan obat-obatan juga telah dipersiapkan untuk mendukung pelayanan di lapangan.

Tidak hanya sektor kesehatan, pelaksanaan program ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Sosial melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Layanan Rujukan Terpadu (LRT). Kolaborasi tersebut dinilai penting karena sasaran Home Care tidak hanya membutuhkan intervensi medis, tetapi juga pendampingan sosial sesuai kondisi masing-masing penerima manfaat.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember Lingga Diputra menekankan pentingnya pemantapan koordinasi dan kesiapan seluruh pihak agar program Home Care dapat berjalan efektif. Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan kerja bersama antara pemerintah kecamatan, puskesmas, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, pendamping, serta unsur terkait lainnya.

“Monitoring ini untuk memastikan kesiapan di lapangan sekaligus melihat apa saja yang masih perlu dimantapkan. Program Home Care harus benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat yang membutuhkan, sehingga koordinasi antarinstansi harus terus diperkuat,” ujar Lingga.

Ia juga meminta agar pendataan sasaran, kesiapan tenaga, peralatan, obat-obatan, serta pola pelayanan terus diperbarui dan dievaluasi. Dengan demikian, pelaksanaan Home Care di Kecamatan Sumberjambe dapat berjalan tepat sasaran, responsif, dan berkelanjutan.

Monitoring tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui Home Care, pemerintah berupaya memastikan kelompok rentan tidak mengalami hambatan dalam memperoleh layanan kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi pelayanan sosial dan kesehatan di tingkat wilayah.

Dengan kesiapan sarana, tenaga kesehatan, data sasaran, serta dukungan lintas sektor yang telah tersedia, pelaksanaan Home Care di Kecamatan Sumberjambe diharapkan dapat segera berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sembilan desa. (but)

Galeri Foto