Sinergi Lingkungan dan Kesehatan, Kelurahan Bintoro Kelola Jelantah hingga Optimalkan Cek Kesehatan Gratis
- 01 Agustus 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Lingkungan dan Kesehatan, Kelurahan Bintoro Kelola Jelantah hingga Optimalkan Cek Kesehatan Gratis
JEMBER, 01 AGUSTUS 2026 - Semangat pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup di tingkat akar rumput kembali digelorakan di Pendopo Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Pada Jumat, 31 Juli 2026, Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Bintoro menyelenggarakan pertemuan rutin strategis yang memadukan dua isu krusial: pelestarian lingkungan dan optimalisasi pelayanan kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung semarak namun khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kelurahan Bintoro, jajaran pengurus PKK, kader posyandu, serta unsur perangkat kelurahan. Forum ini dirancang sebagai wadah komprehensif untuk menyelaraskan gerakan sadar lingkungan rumah tangga dengan penyampaian tindak lanjut hasil Lokakarya Mini Lintas Sektor UPTD Puskesmas Banjarsengon.
Pada sesi pertama, fokus utama diarahkan pada pengelolaan limbah minyak goreng bekas (jelantah) melalui program "Kutah Mili" (Pengumpulan Minyak Jelantah). Ketua TP PKK Kelurahan Bintoro, Waqiah Pairi, memaparkan urgensi penanganan jelantah yang selama ini sering dibuang sembarangan ke saluran air atau wastafel dapur.
Waqiah menjelaskan bahwa pembuangan jelantah secara langsung merusak ekosistem tanah dan air, serta memicu endapan lemak padat di pipa bawah tanah (fatberg). Akibatnya, saluran drainase mengalami penyumbatan yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap hingga banjir.
"Selama ini minyak jelantah dianggap sebagai limbah tak berguna yang dibuang begitu saja. Melalui program 'Kutah Mili' yang bekerja sama dengan Bank Sampah Sahabat Ibu, kami ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa limbah ini dapat disulap menjadi aset berharga. Ibu-ibu PKK adalah garda terdepan di dapur, sehingga perubahan perilaku harus dimulai dari rumah," tegas Waqiah.
Melalui program Kutah Mili, para kader diajak mengumpulkan jelantah dalam wadah khusus untuk disetorkan ke Bank Sampah. Selain mencegah kerusakan lingkungan, minyak bekas ini memiliki nilai ekonomis sebagai tambahan kas kelompok atau tabungan keluarga. Sosialisasi ini juga dilengkapi pelatihan pembuatan sabun cuci ramah lingkungan dari jelantah yang telah dimurnikan secara sederhana.
Agenda penting berikutnya adalah sosialisasi dan evaluasi hasil Lokakarya Mini Tribulanan Lintas Sektor UPTD Puskesmas Banjarsengon. Kelurahan Bintoro menegaskan komitmennya menerjemahkan hasil lokakarya tersebut menjadi aksi nyata di tingkat posyandu.
Fokus yang ditekankan mencakup optimalisasi program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dalam Layanan Kesehatan Primer (ILP). Paradigma kesehatan masyarakat digeser dari pendekatan kuratif (pengobatan) menuju preventif (pencegahan dini). Skrining massal digalakkan berkala untuk mendeteksi penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes, skrining kesehatan reproduksi calon pengantin guna pencegahan stunting, hingga pemantauan kesehatan jiwa bagi lansia.
Lurah Bintoro, Pairi, S.T., M.Si., mengapresiasi tinggi dedikasi para kader TP PKK yang proaktif mengawal program strategis pemerintah, baik di bidang lingkungan hidup maupun kesehatan.
"Pemerintah Kelurahan Bintoro memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada TP PKK dan seluruh kader posyandu. Kesehatan warga dan kebersihan lingkungan adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Dengan suksesnya pengelolaan sampah mandiri, program Kutah Mili, serta pengawalan Cek Kesehatan Gratis, kami optimistis Kelurahan Bintoro mampu mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri secara ekonomi, dan berkelanjutan," ujar Pairi.
Melalui sinergi yang solid antara pemerintah kelurahan, TP PKK, kader posyandu, dan tenaga kesehatan puskesmas, Kelurahan Bintoro bertekad menjadi teladan kawasan perkotaan yang bersih, sehat, dan responsif terhadap kesejahteraan warga. (fzr)