logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Bakti Sosial Bulan Bakti Peternakan ke-190, DKPPP Jember Bersama Puskeswan Silo Layani 79 Ekor Sapi

  • 24 September 2026
  • Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
bakti-sosial-bulan-bakti-peternakan-ke-190-dkppp-jember-bersama-puskeswan-silo-layani-79-ekor-sapi-20260924

Bakti Sosial Bulan Bakti Peternakan ke-190, DKPPP Jember Bersama Puskeswan Silo Layani 79 Ekor Sapi

JEMBER, 23 September 2026 — Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026, UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (PT dan HMT) Jember Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Silo menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan hewan sekaligus memberikan perhatian langsung terhadap kondisi ternak milik masyarakat. Kegiatan turut mendapat dukungan dan pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Puskeswan Silo bersama petugas kesehatan hewan UPT PT dan HMT Jember memberikan pelayanan kepada 79 ekor sapi milik masyarakat di Desa Harjomulyo.

Beragam layanan kesehatan hewan diberikan, mulai dari vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemberian vitamin B-complex, pemberian obat cacing dalam bentuk bolus, pemeriksaan kebuntingan menggunakan USG maupun eksplorasi rektal, hingga pemberian desinfektan.

Perwakilan DKPPP Kabupaten Jember, drh. Upakarti, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan hewan secara langsung di tengah masyarakat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan ternak dan mendukung produktivitas peternak.

“Pelayanan kesehatan hewan seperti ini sangat penting untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat dan produktif. Melalui vaksinasi, pemeriksaan kebuntingan, pemberian vitamin serta obat cacing, kita bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan penanganan sejak dini,” ujar drh. Upakarti.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, petugas kesehatan hewan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan sektor peternakan, khususnya dalam menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.

Kegiatan bakti sosial ini sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran peternak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan ternak secara berkala serta penerapan langkah-langkah pencegahan penyakit.

Melalui kolaborasi lintas instansi tersebut, pelayanan kesehatan hewan diharapkan dapat terus menjangkau masyarakat peternak secara lebih luas, sehingga kesehatan ternak terjaga dan usaha peternakan masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.(div)

Galeri Foto