logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Banjir Luapan Terjadi di Bangsalsari Jember, Sumbatan Barongan Bambu Ancam Permukiman Warga

  • 10 Februari 2026
  • Dibaca 573 Kali
Bagikan Via:
banjir-luapan-terjadi-di-bangsalsari-jember-sumbatan-barongan-bambu-ancam-permukiman-warga-20260210

Banjir Luapan Terjadi di Bangsalsari Jember, Sumbatan Barongan Bambu Ancam Permukiman Warga

Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Senin (9/2/2026) memicu terjadinya banjir luapan di Dusun Krajan (Blimbingan), Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 22.10 WIB akibat tersumbatnya aliran sungai oleh barongan bambu dan kayu di bawah Jembatan Sukorejo. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas apabila tidak segera ditangani. Hingga laporan disampaikan, situasi masih dalam status aman terkendali namun tetap memerlukan kewaspadaan tinggi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mulai terjadi sejak pukul 13.30 WIB di sejumlah wilayah. Curah hujan tersebut menyebabkan peningkatan debit air Sungai Tugusari Bangsalsari yang mengalir menuju wilayah Krajan Blimbingan. Pada pukul 15.30 WIB, debit sungai terpantau terus meningkat seiring hujan yang masih berlangsung. Kondisi diperparah pada pukul 17.00 WIB ketika barongan bambu tersangkut dan menyumbat aliran sungai di bawah jembatan.

Sumbatan tersebut menghambat kelancaran aliran air dan menyebabkan muka air sungai naik secara signifikan. Akibatnya, terjadi luapan air yang mengancam area sekitar sungai, termasuk permukiman warga di Desa Sukorejo. Hingga saat ini, barongan bambu yang tersangkut belum dapat dievakuasi karena keterbatasan peralatan di lapangan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu banjir yang lebih besar, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Kabupaten Jember telah melakukan koordinasi lintas sektor, asesmen lapangan, serta dokumentasi kejadian. Warga setempat juga turut dilibatkan dalam pemantauan kondisi sungai untuk mengantisipasi potensi luapan susulan. BPBD memastikan bahwa situasi terus dipantau secara berkala guna menjamin keselamatan masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari respons cepat penanggulangan bencana hidrometeorologi.

BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan sejumlah langkah tindak lanjut kepada instansi terkait. Di antaranya adalah menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca hujan, menerjunkan tim ahli konstruksi guna mengevaluasi dan memperbaiki kondisi jembatan, serta meminta dukungan logistik dari Dinas Sosial untuk kegiatan kerja bakti. Selain itu, penanganan barongan bambu disarankan menggunakan alat berat seperti excavator agar sumbatan dapat segera diatasi secara efektif.

Kejadian ini melibatkan unsur BPBD Kabupaten Jember dan masyarakat setempat sebagai garda terdepan di lapangan. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah terpadu guna mencegah dampak yang lebih luas. Dengan sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, potensi bencana susulan dapat diminimalkan. Penanganan cepat dan tepat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan warga Bangsalsari dari ancaman banjir luapan.

Galeri Foto