Bank Sampah RW 16 Patrang Konsisten Bergerak, Ubah Limbah Rumah Tangga Bernilai Ekonomi dan Edukasi Lingkungan
- 02 Juni 2026
- Dibaca 120 Kali
Bagikan Via:
Bank Sampah RW 16 Patrang Konsisten Bergerak, Ubah Limbah Rumah Tangga Bernilai Ekonomi dan Edukasi Lingkungan
JEMBER, 02 JUNI 2026 - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus tumbuh. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Bank Sampah RW 16 Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember yang kembali digelar.
Sejak pagi, warga berdatangan membawa sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah masing-masing. Berbagai jenis sampah seperti botol plastik, kardus, kertas, hingga kemasan bekas ditimbang oleh petugas untuk kemudian dicatat sebagai tabungan nasabah bank sampah.
Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat dikonversi menjadi tabungan yang sewaktu-waktu dapat dicairkan.
Lurah Patrang, Suharyono mengatakan, keberadaan bank sampah merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang memiliki dampak ganda. Selain membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, program tersebut juga meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Bank sampah bukan hanya tempat menabung sampah, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Dengan cara ini, lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program bank sampah sangat ditentukan oleh partisipasi aktif warga. Karena itu, pihak kelurahan terus mendorong masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah berbasis lingkungan tersebut.
Suharyono menjelaskan, budaya memilah sampah perlu ditanamkan secara berkelanjutan agar menjadi kebiasaan sehari-hari. Langkah sederhana itu dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap pengurangan timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di Kabupaten Jember.
“Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah sampah dari sumbernya, maka beban pengelolaan sampah akan jauh berkurang. Di sisi lain, sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan sehingga tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir,” katanya.
Ia juga mengapresiasi pengurus dan warga RW 16 yang selama ini konsisten menjalankan kegiatan bank sampah. Menurutnya, komitmen tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.
Ke depan, Pemerintah Kelurahan Patrang berharap gerakan serupa dapat terus berkembang dan menginspirasi lingkungan lainnya. Dengan semakin banyak warga yang terlibat, bank sampah diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang mampu membangun kepedulian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (yud)