logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Sinergi Pemerintah dan Ketangguhan Petani Jaga Kopi Lereng Argopuro

  • 03 Mei 2026
  • Dibaca 177 Kali
Bagikan Via:
sinergi-pemerintah-dan-ketangguhan-petani-jaga-kopi-lereng-argopuro-20260504

Sinergi Pemerintah dan Ketangguhan Petani Jaga Kopi Lereng Argopuro

JEMBER, 03 MEI 2026 - Upaya menjaga kualitas kopi di lereng Gunung Argopuro kini bergerak ke arah yang lebih terstruktur dan menyeluruh. Di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, sinergi antara pemerintah dan petani menjadi kunci dalam menghadapi ancaman Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang terus berkembang seiring perubahan iklim.

Tim Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Susilawati, S.P., M.Agr, bersama tim Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember di bawah koordinasi Kepala Bidang Perkebunan, Rudi Indrawan, S.P., M.P, turun langsung ke lapangan. Mereka menginisiasi Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT kopi yang tidak hanya menyalurkan bantuan pestisida, tetapi juga memperkuat sistem perlindungan tanaman berbasis edukasi.

Pendekatan ini menjadi penting karena petani di wilayah tersebut menghadapi ancaman nyata dari hama bubuk buah kopi (PBKo) dan penyakit karat daun. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat serangan OPT semakin sulit diprediksi, sehingga petani dituntut untuk lebih adaptif dalam mengelola kebun mereka.

Melalui pendampingan langsung, petani dibekali pemahaman teknis mengenai pengendalian OPT yang efektif. Salah satu fokus utama adalah penerapan prinsip enam tepat, yaitu tepat sasaran, jenis, dosis, konsentrasi, waktu, dan cara aplikasi. Dengan pendekatan ini, penggunaan pestisida diharapkan menjadi lebih efisien, tepat guna, dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Kami ingin memastikan petani kopi di Desa Kemiri tidak berjalan sendirian. Dengan sinergi antara Provinsi dan Kabupaten, kita targetkan penurunan tingkat serangan OPT sehingga kualitas biji kopi yang dihasilkan memenuhi standar pasar, baik lokal maupun ekspor,” ungkap Rudi Indrawan, di sela kegiatan.

Bagi petani, kegiatan ini bukan sekadar bantuan, melainkan ruang belajar untuk memperkuat ketahanan usaha tani. Pengetahuan yang diperoleh di lapangan membantu mereka lebih percaya diri dalam menentukan langkah pengendalian, sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat serangan hama.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perlindungan tanaman tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga pada kesiapan petani dalam beradaptasi. Dengan dukungan teknis yang tepat dan keterlibatan aktif petani, produksi kopi di lereng Argopuro diharapkan tetap terjaga, kualitas meningkat, dan daya saing di pasar terus menguat.

Lebih dari itu, sinergi ini memperlihatkan arah baru pembangunan pertanian yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran dan keberlanjutan. Dari Desa Kemiri, upaya menjaga kopi bukan hanya soal melawan hama, melainkan tentang membangun sistem pertanian yang tangguh dan masa depan petani yang lebih pasti. (fan)

Galeri Foto