logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Bantuan Alsintan Tak Berhenti di Penyaluran, Pemkab Jember Tekankan Pengawasan

  • 10 Agustus 2026
  • Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
bantuan-alsintan-tak-berhenti-di-penyaluran-pemkab-jember-tekankan-pengawasan-20260810

Bantuan Alsintan Tak Berhenti di Penyaluran, Pemkab Jember Tekankan Pengawasan

JEMBER, 10 AGUSTUS 2026 — Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tidak berhenti ketika alat diterima kelompok tani. Pemerintah Kabupaten Jember mendorong agar bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan anggota kelompok dan mendukung kegiatan pertanian.

Pesan itu disampaikan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. atau Gus Fawait dalam Pertemuan UMKM, Mlijo dan Tokoh Tani pada rangkaian Bunga Desaku di Balai Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Minggu, 9 Agustus 2026.

Gus Fawait menekankan bahwa bantuan pertanian perlu dijaga dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Menurutnya, pemberian alat tanpa pemanfaatan yang tepat justru akan mengurangi manfaat program bagi petani.

“Kalau panjenengan anggota kelompok tani, cek ke ketuanya, sudah menerima apa? Kalau menerima combine, anggota juga mau memakai,” ujar Gus Fawait.

Ia juga mengingatkan agar bantuan pertanian tidak diperjualbelikan maupun digunakan di luar peruntukannya. Pengawasan, menurutnya, tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah, sehingga anggota kelompok tani dan masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan bantuan tetap memberikan manfaat.

Pengawasan tersebut menjadi semakin penting mengingat jenis alsintan yang diberikan memiliki nilai ekonomi cukup besar. Dalam forum yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., menyebut bantuan pertanian mencakup combine harvester, traktor roda dua, dan traktor roda empat.

“Di antaranya yaitu satu, program untuk optimalisasi lahan,” kata Djamil saat menjelaskan program pertanian yang dijalankan pada 2025–2026.

Selain memastikan alat dimanfaatkan kelompok tani, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan laporan apabila menemukan bantuan yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Pemerintah menyediakan kanal Wadul Gus'e sebagai salah satu sarana pengaduan terkait pelayanan publik dan bantuan pemerintah.

Dengan pengawasan bersama, bantuan alsintan diharapkan tidak sekadar tercatat sebagai program yang telah disalurkan, tetapi benar-benar menjadi sarana yang dapat digunakan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian. (fan)

Galeri Foto